Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengimbau penumpang kereta rel listrik (KRL) untuk memanfaatkan akses alternatif di Stasiun Bogor. Imbauan ini menyusul penutupan sementara peron jalur 6 hingga 8 dalam rangka pengembangan prasarana stasiun.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengaturan kepadatan penumpang, termasuk penambahan akses masuk dan keluar area peron.
BACA JUGA:KA Sangkuriang Meluncur Perdana 1 Mei 2026, Ada Diskon Tiket!
BACA JUGA:Tiga Jalur Ini Tak akan Lagi Dilayani Kereta Diesel
BACA JUGA:KAI Commuter Siapkan 30 Rangkaian KRL Baru, Beroperasi Kapan?
Dalam kondisi kepadatan tertentu, sangat dimungkinkan petugas akan mengarahkan pengguna untuk mengoptimalkan aksesibilitas melalui JPO Paledang, ujar Karina saat ditemui di Commuter Hall, Stasiun Juanda, Jakarta, Senin (20/4/2026).
JPO Paledang dapat digunakan penumpang untuk mengakses peron 1 hingga 5 yang saat ini aktif melayani naik turun penumpang. Meski demikian, akses tersebut berada di sisi yang sedikit memutar dari area utama Stasiun Bogor.
Karina menjelaskan, pengaturan kepadatan ini telah diterapkan sejak Senin pagi, terutama saat jam sibuk (peak hour) yang memang kerap terjadi peningkatan volume penumpang di awal pekan.
Jadi pada saat peak hour tadi pagi, pengaturan juga dilakukan oleh petugas baik untuk penumpang yang menuju peron 4-5 dari arah Hall Barat maupun penumpang yang tiba di Stasiun Bogor, jelasnya.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2024/12/09/1676956039.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)
/2016/10/21/1940321587.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159730/original/096915100_1741756812-minyak_kita.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561040/original/071538800_1776739356-3449e898-0f39-4c1c-83d9-b8a578e3c0bd.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561128/original/080684600_1776742737-BRI_Kartini_edited.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)