Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjajaki upaya pengurangan transaksi lintas negara dengan dolar Amerika Serikat (AS). Salah satunya melalui barter dengan Filipina.
Dia menjelaskan, upaya tersebut sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, keputusannya akan ditentukan pada 12 Juni 2026 mendatang.
BACA JUGA:Bangunan Ambruk di Filipina, 21 Orang Tewas Termasuk Bayi
BACA JUGA:Gedung Runtuh di Filipina, 3 Tewas dan 17 Orang Hilang
BACA JUGA:Gedung 9 Lantai di Filipina Runtuh, Puluhan Orang Terjebak
Kita juga ada alternatif misalnya pakai barter. Ya nanti tanggal 12 ya, tanggal 12 kita ketemu dengan pengusaha Filipina, ucap Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dia menjelaskan, rencana ini ada saat pertemuan tingkat ASEAN beberapa waktu lalu. Kemudian, pemerintah menjajaki peluang dengan pengusaha Filipina. Hal ini juga mengingat nilai tukar baik Indonesia dan Filipina sedang melemah.
Jadi waktu kemarin waktu acara ASEAN kami ketemu salah satu pengusaha dari Filipina, dia impor barang kita selama ini dan ini untuk, karena di Filipina juga nilai tukarnya juga lagi kurang bagus, jelas dia.
Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter. Ini sudah kita carikan buyer-nya, setelah itu sudah ketemu, nanti tanggal 12 Juni kita akan tanda tangan kontrak dengan buyer ya, imbuh Budi.
Rupiah Melemah
Sebelumnya, Budi melihat peluang ekspor di tengah pelemahan rupiah di level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Meskipun, dia tetap mengantisipasi dampaknya terhadap barang-barang impor.
Diketahui, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS pada Kamis pagi, 4 Juni 2026. Budi melihat ada kenaikan ekspor di tengah pelemahan rupiah dalam beberapa waktu belakangan.
Kalau sekarang ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus, kita kan surplus (ekspor naik) 5,48 persen, kita naik 5,48 persen yang dibanding tahun lalu, kata Budi, di Kantor Kemendag, Jakarta.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)