Jakarta – Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah meminta perbankan melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) dan atau pemblokiran terhadap sekitar 33.836 rekening yang terindikasi terkait judi online.
OJK telah meminta perbankan melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) dan atau pemblokiran terhadap sekitar 33.836 rekening yang terindikasi terkait judi online, kata Kepala Eksekutif Pengawas perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Dian Ediana Rae, dalam Konferensi Pers Hasil RDKB Mei 2026, Jumat (5/6/2026).
BACA JUGA:Rupiah Tembus 18.000, OJK Pastikan Tak Ada Bank Rush
BACA JUGA:OJK Awasi Rebalancing MSCI dan FTSE, Antisipasi Guncangan di Pasar Saham
BACA JUGA:Rp 4,1 Triliun Dana Asing Keluar dari RI, Investor Domestik Justru Bertambah
Dian menjelaskan, sebelumnya rekening yang terindikasi judi online tercatat 33.250 rekening. Kemudian mengalami peningkatan menjadi 33.836 rekening yang terindikasi dengan judi online.
Sebelumnya tercatat 33.250 yang terindikasi judi online, ujarnya.
Adapun OJK mencatat kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Pada April 2026, kredit tumbuh sebesar 9,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 8.755 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan posisi Maret 2026 yang tumbuh sebesar 9,49 persen yoy.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 19,48 persen. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi sebesar 15,51 persen yoy.
Sementara itu, kredit UMKM menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 0,16 persen yoy. Pada Maret 2026, kredit UMKM tercatat tumbuh sebesar 0,12 persen yoy. Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 14,35 persen yoy.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303743/original/052960200_1754122754-1000071615.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816779/original/017781500_1780634742-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_08.50.29_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672550/original/053854800_1778484681-IMG_3318.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539712/original/078773900_1774614685-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Maret_2026b.jpg)