Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan insentif guna meningkatkan daya tarik kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) bagi pelaku usaha, OJK memberikan sejumlah relaksasi yang memungkinkan dana DHE SDA tetap produktif.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa dana DHE SDA dapat diperlakukan sebagai agunan tunai sepanjang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan OJK mengenai kualitas aset bank umum, termasuk bank syariah dan unit usaha syariah.
BACA JUGA:SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 375 Miliar di Kuartal I 2026
BACA JUGA:BTPN Jual Kredit Rp 19,9 Triliun ke BTN
Dana DHE SDA dapat diperlakukan sebagai agunan tunai sepanjang memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan OJK mengenai kualitas aset bank umum termasuk BUS dan juga UUS, kata Friderica dalam Konferensi Pers RDKB Mei 2026, Jumat (5/6/2026).
Kebijakan tersebut memungkinkan eksportir tetap memperoleh akses pembiayaan dari perbankan meskipun dana hasil ekspornya ditempatkan di dalam negeri sesuai ketentuan pemerintah.
Selain itu, penyediaan dana yang dijamin dengan agunan tunai DHE SDA dalam kondisi tertentu dapat dikecualikan dari perhitungan batas maksimum pemberian kredit (BMPK). Kebijakan ini memberikan ruang lebih besar bagi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada dunia usaha.
Bagian penyediaan dana yang dijamin dengan agunan tunai dana DHE SDA sepanjang memenuhi persyaratan tertentu dapat dikecualikan dari perhitungan batas maksimum pemberian kredit untuk memberikan ruang dalam mendukung kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian, jelasnya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816779/original/017781500_1780634742-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_08.50.29_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539712/original/078773900_1774614685-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Maret_2026b.jpg)