Jakarta – Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M Nafan Aji Gusta menilai respons terkoordinasi dari otoritas diperlukan untuk memulihkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan terhadap rupiah dan IHSG yang masih berlangsung.
Untuk diketahui, nilai tukar rupiah terus melemah hingga mencetak rekor psikologis baru di level 18.000 per dolar AS pada Kamis. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi tajam dengan penurunan 3,48 persen pada penutupan sesi I perdagangan Kamis.
BACA JUGA:Dolar AS Sentuh Rp 18.146
BACA JUGA:Rupiah Tembus 18.000, OJK Pastikan Tak Ada Bank Rush
Dikutip dari Antara, Kamis (4/6/2026), Nafan mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) perlu melakukan intervensi yang lebih agresif di pasar valuta asing (valas) dan Surat Berharga Negara (SBN) guna menjaga stabilitas rupiah.
Pada saat yang sama, menurut dia, pemerintah perlu memperkuat kebijakan insentif devisa hasil ekspor (DHE) untuk meningkatkan pasokan devisa di dalam negeri.
Selain itu, Danantara perlu memberikan klarifikasi terkait kebijakan operasional serta isu sektoral yang berkembang guna meredam ketidakpastian di pasar.
Kementerian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dinilai perlu mengoptimalkan peran pembeli siaga (standby buyer) serta program buyback saham BUMN untuk menjaga likuiditas dan kepercayaan investor.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu menerapkan mekanisme auto rejection yang simetris maupun asimetris secara terukur guna menjaga keteraturan perdagangan dan meredam volatilitas pasar yang berlebihan.
Dalam risetnya, Nafan mencatat bahwa secara teknikal IHSG sebenarnya telah berada dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), meskipun downtrend masih berlangsung. Sementara itu, Stochastics K-D masih menunjukkan sinyal negatif, namun volume transaksi mulai menguat.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539712/original/078773900_1774614685-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Maret_2026b.jpg)