Jakarta – Provinsi Ontario di Kanada kini menjual sebuah jet yang baru-baru ini dibeli untuk Perdana Menteri Doug Ford. Hal ini setelah ia menghadapi kritik atas pembelian jet pribadi bekas seharga 28,9 juta dolar Kanada atau USD 21 juta. Jumlah itu setara Rp 360,08 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.150).
Mengutip BBC, Senin, (20/4/2026), Kantor Ford mengatakan ia akan menggunakannya untuk perjalanan resmi, termasuk ke Amerika Serikat (AS) untuk mengadvokasi penentangan terhadap tarif pemerintahan Trump. Namun, setelah mengkonfirmasi pembelian tersebut pada Jumat, ia menuai kecaman dari lawan politik yang menyebutnya sebagai pesawat pemborosan dan tidak sesuai dengan kenyataan.
BACA JUGA:Penipuan Kripto Rp 770 Miliar Terungkap, 20 Ribu Korban di AS, Inggris, dan Kanada
BACA JUGA:Profil Timnas Kanada di Piala Dunia 2026: Ambisi Bersinar di Rumah Sendiri
BACA JUGA:Dunia Masih Panas karena Perang Iran, Amerika Mulai Misi di Bulan
Pada Minggu, Ford mengatakan dalam sebuah pernyataan jet tersebut akan dijual secepat mungkin.
Meskipun dengan niat terbaik, saya telah mendengar dan setuju bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk pengeluaran besar untuk pesawat pemerintah, ujar dia.
Ford mengatakan provinsi tersebut bekerja sama dengan Bombardier dan mitra lainnya dalam penjualan tersebut. Pesawat itu adalah jet eksekutif Bombardier Challenger 650, yang dibangun di Kanada pada 2016.
Saya akan melanjutkan pekerjaan membangun hubungan dengan para pemimpin bisnis dan politik, baik di seluruh Kanada maupun di Amerika Serikat, untuk melawan tarif, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja bagi pekerja Ontario, tutur dia.
Para kritikus dengan cepat menyebut pembelian itu tidak perlu. Sebuah kelompok advokasi wajib pajak, Federasi Wajib Pajak Kanada, mengatakan Ford seharusnya tetap menggunakan penerbangan komersial.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2024/12/09/1676956039.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4202370/original/023638200_1666656354-Rencana_Pembangunan_Skybridge_Stasiun_Bogor-MAGANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)
/2016/10/21/1940321587.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159730/original/096915100_1741756812-minyak_kita.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561040/original/071538800_1776739356-3449e898-0f39-4c1c-83d9-b8a578e3c0bd.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561128/original/080684600_1776742737-BRI_Kartini_edited.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)