Jakarta – Maskapai di Eropa dan Asia terancam kekurangan pasokan bahan bakar pesawat atau avtur imbas perang Iran-Isreal.
Itu karena selama ini, maskapai kedua benua tersebut masih sangat bergantung pada bahan bakar impor. Bila ini terjadi bisa berdampak ke pembatalan hingga pengurangan jadwal penerbangan.
BACA JUGA:Selain Maskapai, Turis Alami Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar
BACA JUGA:Selain Bahan Bakar, Maskapai Khawatirkan Hal Ini Imbas Perang Iran
BACA JUGA:Pemerintah Izinkan Tiket Pesawat Naik Maksimal 13% selama 2 Bulan
Hanya Amerika Serikat yang dinilai tidak menghadapi ancaman langsung kehabisan bahan bakar jet, tetapi kelangkaan pasokan global akan mendorong kenaikan harga bahan bakar bagi maskapai AS.
Melansir laman CNN, Selasa (21/4/2026), terlihat maskapai penerbangan AS mulai mengurangi tiket murah dan penerbangan yang kurang menguntungkan.
Langkah yang kemungkinan akan menyebabkan harga tiket pesawat bagi pelancong AS meningkat, terutama selama bulan-bulan musim panas.
Bahkan jika Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz hari ini. Itu karena maskapai penerbangan biasanya sudah merencanakan rute dan menetapkan tarif tiket untuk beberapa bulan ke depan.
Sebagai contoh, United telah memangkas jadwal yang sebelumnya direncanakan sekitar 5% untuk enam bulan ke depan.
Maskapai dan penumpang masih akan terus terdampak kondisi yang terjadi. Hal ini karena dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan pasokan normal minyak dan bahan bakar jet.
“Ini akan memakan waktu setidaknya sampai Juli,” kata Matt Smith, Kepala Analis AS di perusahaan konsultan energi Kpler.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2024/12/09/1676956039.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4097283/original/028251000_1658473724-Pajak-Mobil-Motor-Faizal-5.jpg)
/2025/03/10/810046101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4902605/original/040498500_1722051570-AP24208673181388.jpg)
/2025/04/21/1136190158.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159730/original/096915100_1741756812-minyak_kita.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561040/original/071538800_1776739356-3449e898-0f39-4c1c-83d9-b8a578e3c0bd.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561128/original/080684600_1776742737-BRI_Kartini_edited.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4202370/original/023638200_1666656354-Rencana_Pembangunan_Skybridge_Stasiun_Bogor-MAGANG_5.jpg)