Jakarta – Kurs dolar terhadap rupiah kembali menguat pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat (9/1/2026). Nilai tukar rupiah tercatat melemah 31 poin atau 0,18 persen ke level Rp 16.829 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.798 per dolar AS.
Pelemahan rupiah ini dipengaruhi sentimen domestik, terutama terkait kondisi fiskal Indonesia. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang menunjukkan pelebaran defisit fiskal.
BACA JUGA:Rupiah Melemah terhadap Dolar AS, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah
BACA JUGA:Rupiah Tertekan Sentimen Suku Bunga Fed dan Invasi AS ke Venezuela
BACA JUGA:Rupiah Diproyeksi Makin Loyo Hari Ini, Bisa Amblas ke Level Segini
“Defisit fiskal melebar menjadi 2,92 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto), di atas perkiraan resmi sebesar 2,78 persen dari PDB,” ucapnya dikutip dari Antara.
Data Kementerian Keuangan mencatat realisasi sementara defisit APBN 2025 mencapai Rp 695,1 triliun hingga 31 Desember 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target awal defisit dalam APBN 2025 sebesar 2,53 persen dari PDB.
Pelebaran defisit tersebut membuat pergerakan rupiah cenderung tertekan, seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas fiskal dan pembiayaan anggaran ke depan.

/2025/08/31/663872302.jpg)
/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2026/02/05/898319651.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426974/original/045149600_1764322636-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557560/original/040351900_1776334899-WhatsApp-Image-2026-04-15-at-19-41-45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558566/original/098264900_1776425951-IMG_3685.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347730/original/064079400_1678087559-20230306-Ekonomi-China-AP-7.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558555/original/036340500_1776424754-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait__saat_konferensi_pers_di_Wisma_Danantara-17_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)