Kolaka Utara – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga terus hidup melalui kiprah perempuan Indonesia masa kini. Di berbagai daerah, banyak perempuan yang mengambil peran penting dalam pembangunan masyarakat, termasuk dalam mendorong perekonomian desa.
Semangat tersebut tercermin pada sosok Mispa Lewi Yt, seorang Mantri yang bertugas di BRI Unit Ranteangin. Ia menjalankan tugasnya di wilayah pegunungan di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, dengan kondisi geografis yang menantang.
BACA JUGA:BRI Raih Tiga Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
BACA JUGA:Kartini Masa Kini Bisa Belanja Lebih Cerdas, Ini Deretan Promo Spesial BRI hingga Diskon 50%
Akses menuju desa-desa di wilayah tersebut tidak selalu mudah. Jalanan yang didominasi tanah dan batu membuat sebagian wilayah hanya bisa dijangkau menggunakan sepeda motor, bahkan terkadang harus dilalui dengan berjalan kaki. Namun bagi Mispa, medan berat itu justru menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam memberdayakan masyarakat.
Perjalanan Mispa bergabung dengan Bank Rakyat Indonesia bermula dari masa sulit saat pandemi COVID-19 melanda. Ia sempat kehilangan pekerjaan sebelumnya karena harus dirumahkan. Situasi tersebut justru menjadi titik balik yang membawanya menemukan peluang baru.
Saat dirumahkan, saya melihat peluang di BRI dan saya beranikan diri untuk mencoba melamar di situ meskipun saat itu sudah mencapai usia maksimal pendaftaran yaitu 25 tahun. Puji Tuhan, saya lulus sebagai customer service, cerita Mispa kepada www.wmhg.org.
Kariernya di BRI terus berkembang. Setelah menjalani sekitar 20 bulan sebagai customer service, ia mengikuti job opening sebagai yang membawa ia berhasil lolos seleksi dan dipercaya menjadi Mantri BRI di wilayah Ranteangin pada 2024.
Ranteangin merupakan wilayah pegunungan dengan kondisi geografis yang menantang. Jalan menuju desa-desa di kawasan tersebut sebagian besar masih berupa tanah dan batu, sehingga hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor.
Wilayah desanya banyak kebun cengkeh, jadi rumah-rumah warganya jauh satu sama lain, terpisah kebun cengkeh yang luas. Kalau mau ketemu nasabah satu ke yang lain, kita harus jalan jauh dulu. Ada juga yang wilayahnya mendaki jadi nggak bisa diakses motor. Kira-kira bisa 1-2 km jalan kaki dari satu rumah ke rumah lain, cerita Mispa.
Saat hujan turun, tantangan semakin berat. Jalan tanah yang licin membuat perjalanan menjadi lebih sulit. Di masa awal bertugas sebagai Mantri BRI, kondisi tersebut sempat membuatnya hampir menyerah.
Sempat mau menyerah. Tapi setelah itu, mungkin ada jalannya sendiri. Besok paginya tiba-tiba semangat lagi untuk bekerja. Selain itu, yang bikin saya semangat juga karena nasabah-nasabahnya yang sangat baik menyambut saya. Bahkan waktu itu ada nasabah yang bilang kalau saya jangan mutasi dulu, tapi tetap di sini saja sampai bertahun-tahun. Itu yang jadi sumber semangat saya juga, kenang Mispa.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2024/12/09/1676956039.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159730/original/096915100_1741756812-minyak_kita.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4097283/original/028251000_1658473724-Pajak-Mobil-Motor-Faizal-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4902605/original/040498500_1722051570-AP24208673181388.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558212/original/043696300_1776409719-Jenis_Perhiasan_Emas_yang_Tidak_Rugi_Dibeli_Sekarang_4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561040/original/071538800_1776739356-3449e898-0f39-4c1c-83d9-b8a578e3c0bd.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561128/original/080684600_1776742737-BRI_Kartini_edited.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4202370/original/023638200_1666656354-Rencana_Pembangunan_Skybridge_Stasiun_Bogor-MAGANG_5.jpg)