Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pembentukan gugus tugas aduan hambatan usaha (debottlenecking) menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga ketahanan nasional, termasuk di sektor energi, di tengah krisis global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting yang berlangsung pada 13-17 April di Washington DC, Amerika Serikat.
BACA JUGA:Mendikdasmen: 71.744 Sekolah di Indonesia Direvitalisasi pada 2026 Ini
BACA JUGA:Uji Jalan B50 untuk Sektor Otomotif Selesai Mei 2026
Menurut Purbaya, ketahanan Indonesia saat ini tidak dibangun dari langkah darurat, melainkan dari reformasi struktural yang telah dilakukan jauh sebelum krisis terjadi.
“Di tengah krisis energi yang dipicu oleh perang saat ini, pelajaran penting yang diambil adalah ketahanan Indonesia saat ini berakar bukan pada langkah-langkah darurat, tetapi pada reformasi struktural yang diimplementasikan jauh sebelum krisis,” kata Purbaya dikutip dari Antara, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, konflik di Timur Tengah menjadi pengingat bahwa efisiensi proses dan perizinan menjadi faktor krusial dalam menjaga ketahanan energi.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP), yang bertugas menampung dan menyelesaikan aduan hambatan usaha.
Selain itu, pemerintah juga mempercepat reformasi melalui penyederhanaan perizinan dan pengurangan hambatan dalam impor energi.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2024/12/09/1676956039.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4902605/original/040498500_1722051570-AP24208673181388.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159730/original/096915100_1741756812-minyak_kita.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4097283/original/028251000_1658473724-Pajak-Mobil-Motor-Faizal-5.jpg)
/2025/03/10/810046101.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561040/original/071538800_1776739356-3449e898-0f39-4c1c-83d9-b8a578e3c0bd.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561128/original/080684600_1776742737-BRI_Kartini_edited.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4202370/original/023638200_1666656354-Rencana_Pembangunan_Skybridge_Stasiun_Bogor-MAGANG_5.jpg)