Jakarta – Pemerintah Rusia tengah memperketat pengawasan terhadap industri kripto. Parlemen Rusia, State Duma, menerima rancangan undang-undang (RUU) yang mengusulkan kriminalisasi terhadap layanan kripto tanpa izin resmi.
Melalui aturan ini, aktivitas terkait peredaran mata uang digital akan diatur secara ketat di bawah pengawasan bank sentral, yakni Bank of Russia.
BACA JUGA:BitMine Borong Ethereum Rp 3,9 Triliun, Terbesar sepanjang 2026
BACA JUGA:Survei Deutsche: Harga Bitcoin Tak Kembali Bangkit pada 2026
Dikutip dari Coinmarketcap, Selasa (21/4/2026), dalam draf tersebut, individu yang menjalankan layanan kripto tanpa registrasi dapat dikenai denda hingga USD 4.000 serta ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.
Sanksi lebih berat akan diberlakukan jika pelanggaran dilakukan oleh kelompok terorganisir. Dalam kasus tersebut, pelaku bisa dijatuhi hukuman hingga tujuh tahun penjara atau kerja paksa selama lima tahun.
Selain itu, pengadilan juga dapat menjatuhkan denda hingga satu juta rubel atau sekitar USD 13.100. Nilai denda tersebut bahkan dapat disesuaikan dengan penghasilan pelaku selama lima tahun.
RUU ini secara khusus menargetkan pihak yang memfasilitasi transaksi atau peredaran aset kripto tanpa persetujuan dari bank sentral.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2024/12/09/1676956039.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561906/original/090300500_1776764967-WhatsApp_Image_2026-04-21_at_16.46.56.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)
/2016/10/21/1940321587.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159730/original/096915100_1741756812-minyak_kita.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561040/original/071538800_1776739356-3449e898-0f39-4c1c-83d9-b8a578e3c0bd.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561128/original/080684600_1776742737-BRI_Kartini_edited.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4202370/original/023638200_1666656354-Rencana_Pembangunan_Skybridge_Stasiun_Bogor-MAGANG_5.jpg)