Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, saat ini meningkatkan minat transaksi di kanal domestik menjadi pekerjaan rumah bersama. Hal ini seiring mayoritas bursa kripto atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di Indonesia masih mencatatkan kinerja keuangan negatif sepanjang 2025.
Kondisi tersebut terjadi seiring rendahnya pemanfaatan ekosistem kripto domestik oleh investor lokal yang lebih banyak bertransaksi melalui platform global.
BACA JUGA:Harga Bitcoin Berpeluang Balik ke USD 126.200, Simak Pola yang Jadi Sinyal!
BACA JUGA:Bitmine Kuasai 4,2 Juta Ethereum, Total Aset Kripto Tembus USD 14,5 Miliar
BACA JUGA:Kapitalisasi Pasar Kripto Susut Rp 4.226 Triliun, Bagaimana Tren ke Depan?
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi menuturkan, dari 25 hingga 29 PAKD yang terdaftar dan berizin, sekitar 72% di antaranya membukukan kerugian sepanjang 2025.
Dari data PAKD itu masih 72%-nya tercatat mengalami kerugian usaha,” ujar Hasan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu, 21 Januari 2026 dikutip dari keterangan resmi, Jumat (23/1/2026).
Hasan menuturkan, salah satu penyebab utama tekanan kinerja PAKD adalah dominasi transaksi masyarakat Indonesia melalui bursa dan pedagang di regional maupun global, bukan melalui ekosistem domestik.
“Dari data yang ada memang terindikasi sebagian besar transaksi konsumen lokal masih dilakukan melalui pedagang dan bursa-bursa di regional dan global,” kata dia.
OJK menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama untuk meningkatkan minat transaksi di kanal domestik. “Ini menjadi PR bagaimana kami bisa menarik minat transaksi konsumen domestik untuk tidak lagi menggunakan kanal-kanal atau pedagang asing, tapi memanfaatkan ekosistem di domestik,” Hasan menambahkan.
/2025/12/19/1467958746.jpg)
/2021/11/26/1195231662.jpg)
/2020/10/25/1497612513.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762234/original/053128300_1709618143-fotor-ai-2024030510716.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502630/original/043008700_1770992150-WhatsApp_Image_2026-02-13_at_21.10.22.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1785294/original/047078800_1511947711-20171129-Penambahan-Gerbang-JT2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3285863/original/081533300_1604404968-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-5.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489835/original/093910600_1769935832-7.jpg)