• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, Agustus 10, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Insentif Pajak Dipangkas, Kemenperin Waspadai Dampak ke Adopsi Mobil Listrik

    Insentif Pajak Dipangkas, Kemenperin Waspadai Dampak ke Adopsi Mobil Listrik

    Central Omega (DKFT) Optimistis Kejar Laba Rp 628,9 Miliar pada 2026, Ini Strateginya

    Central Omega (DKFT) Optimistis Kejar Laba Rp 628,9 Miliar pada 2026, Ini Strateginya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Insentif Pajak Dipangkas, Kemenperin Waspadai Dampak ke Adopsi Mobil Listrik

    Insentif Pajak Dipangkas, Kemenperin Waspadai Dampak ke Adopsi Mobil Listrik

    Central Omega (DKFT) Optimistis Kejar Laba Rp 628,9 Miliar pada 2026, Ini Strateginya

    Central Omega (DKFT) Optimistis Kejar Laba Rp 628,9 Miliar pada 2026, Ini Strateginya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Tumbuh di Wilayah Rob, Peran Stimulasi di Tengah Krisis Iklim yang Mengancam Masa Depan Anak Pesisir

Tumbuh di Wilayah Rob, Peran Stimulasi di Tengah Krisis Iklim yang Mengancam Masa Depan Anak Pesisir

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-11-26
0

Baca 10 detik

Rob semakin parah akibat perubahan iklim, membuat lingkungan anak di pesisir Semarang kian tidak layak.
Tumbuh kembang anak usia dini terancam karena kesehatan dan aktivitas terganggu.
Stimulasi dini memegang peranan penting untuk menyelamatkan masa depan anak.

wmhg.org – Banjir rob yang semakin ekstrem mengancam masa depan anak pesisir Semarang. Tumbuh kembang anak usia dini terganggu. Stimulasi jadi kunci, tapi bagaimana melakukannya di tengah krisis iklim yang tak kunjung usai?

Masih membekas jelas dalam ingatan Siti Minar Halimah, bagaimana ia harus bertahan membawa janin di perut besarnya saat banjir rob menggenangi rumahnya di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, Kota Semarang. Matanya memerah, nya bergetar setiap kali mengenang hari-hari itu. Dua kali banjir besar datang selama ia mengandung, dua kali pula ia harus mempertaruhkan keselamatan dirinya dan calon buah hatinya di tengah air asin yang merangsek masuk ke dalam rumahnya.

Sejak kecil, Siti sudah bersahabat dengan rob. Tapi dulu air laut itu hanya sampai jalanan depan rumah. Kini, tiap kali pasang datang, air langsung menerobos masuk ke ruang tamu, dapur hingga kamar tidurnya.

Saat usia kehamilannya baru empat bulan, air laut kembali naik. Ia dan suaminya tergopoh-gopoh memindahkan barang ke lantai dua, menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Ia, suaminya, ibunya, serta keluarga kakaknya berdesakan di lantai dua rumah. Ruang sempit itu mereka jadikan tempat makan, tidur dan berdoa agar air segera surut.

Kalau ingat itu sampai sekarang saya masih nangis. Saya selalu berdoa, ya Allah lancarkan rezeki saya supaya bisa meninggikan rumah, jadi nggak kebanjiran lagi, kata Siti sambil menyeka air matanya saat berbincang dengan wmhg.org, Sabtu (25/10/2025).

Selama beberapa hari mereka hidup di tengah genangan air asin. Dapur digenangi air setinggi lutut orang dewasa, namun Siti tetap memasak sambil menahan nyeri di perut. Naik turun tangga berkali-kali membuat tubuhnya cepat lelah, kontraksi datang lebih sering. Ia tahu itu berbahaya, tapi tak ada pilihan lain.

Setelah melahirkan, kehidupan tak banyak berubah. Anaknya baru berusia beberapa bulan ketika rob kembali menggenang. Udara dingin dan lingkungan yang lembap membuat sang anak demam hingga mogok makan. Ujungnya berat badan menurun dan aktivitas stimulasi tak bisa dilakukan.

Masih ada fotonya kening Afshina (anak Siti) pakai plester penurun panas. Waktu itu masuk angin karena kedinginan, kata Siti.

Kini Afshina telah berusia dua tahun. Di masa emas pertumbuhan Afshina, Siti masih dibayang-bayangi ancaman banjir rob ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu. Beruntung Siti bisa merenovasi rumahnya menjadi lebih tinggi sehingga air laut tak langsung masuk ke dalam rumah.

Namun, tetap saja aktivitasnya terhambat kala rob datang karena akses jalan yang tergenang, stimulasi dan proses belajar Afshina pun ikut terganggu. Padahal menurut penelitian, 80 persen perkembangan otak anak terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Air laut bukan hanya menggenangi daratan, tapi juga perlahan merampas hak anak-anak untuk tumbuh di lingkungan yang sehat dan belajar tanpa hambatan. Perubahan iklim dan penurunan muka tanah yang tak terkendali menyebabkan banjir rob yang datang semakin tinggi. Beberapa titik di pesisir Semarang kini berada di bawah permukaan laut. Rumah-rumah ditinggikan, jalanan diuruk, tapi air laut terus naik mengancam masa depan anak-anak pesisir.

Tumbuh di Wilayah Rob, Peran Stimulasi di Tengah Krisis Iklim yang Mengancam Masa Depan Anak Pesisir
Siti Minar Halimah sedang bermain dengan anaknya di Rumah Anak SIGAP Tanoto Foundation (wmhg.org/Chyntia Sami)

Perubahan Iklim yang Merenggut Hak Anak

Kota Semarang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak perubahan iklim. Kombinasi kenaikan permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah membuat Kota Semarang terancam tenggelam. Dalam riset berjudul Subsidence in Coastal Cities Throughout the World Observed by InSAR (Penurunan Tanah di Kota-kota Pesisir di Dunia yang Diamati inSAR) yang menyoroti 99 kota pesisir di dunia tahun 2022, Semarang menduduki posisi kedua sebagai kota dengan laju penurunan tanah tertinggi setelah Tianjin di China, kemudian disusul Jakarta.

Penurunan tanah yang terjadi di Semarang melampaui peningkatan permukaan laut dengan 20-30 mm/per tahun line-of-sight (LOS). Artinya, setiap tahun sebagian wilayah kota ini semakin tenggelam dan masyarakat pesisir semakin kehilangan ruang hidup yang aman bagi anak-anak mereka.

Kondisi ini juga berdampak langsung terhadap status gizi anak-anak. Riset UNICEF dan Bappenas dalam buku Perubahan Iklim dan Gizi di Indonesia mengungkap perubahan iklim semakin memperburuk malnutrisi pada anak. Selain itu, perubahan iklim memberikan dampak tidak langsung lainnya, mulai dari gangguan praktik pemberian makan, perawatan anak, peningkatan risiko penyakit dan berkurangnya akses ke layanan penting.

Kasus
Kasus stunting di Kota Semarang (Olah data wmhg.org/Dinkes Semarang)

Kondisi tersebut tercermin dalam data Dinas Kesehatan Kota Semarang, tercatat angka kasus stunting mengalami kenaikan dari 845 kasus pada Desember 2024 meningkat menjadi 2.250 kasus pada Oktober 2025. Wilayah dengan temuan kasus stunting terbanyak adalah wilayah pesisir, yakni Kecamatan Semarang Utara dari 229 kasus pada Desember 2024, naik menjadi 334 kasus pada Oktober 2025.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Sambangi Istana Usai Pulang dari Afrika Selatan, Apa Saja yang Dilaporkan Gibran ke Prabowo?

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Trump Terapkan Tarif 15% untuk Bahan Baku Panel Surya dan Semikonduktor

Trump Terapkan Tarif 15% untuk Bahan Baku Panel Surya dan Semikonduktor

2026-08-08
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026

2026-08-06
Di 3 Provinsi Ini Masih Banyak Warga Belum Punya Rumah Layak Huni

Di 3 Provinsi Ini Masih Banyak Warga Belum Punya Rumah Layak Huni

2026-08-07
Menkeu Purbaya Kunjungi Kudus, Tinjau Kawasan Industri Hasil Tembakau

Menkeu Purbaya Kunjungi Kudus, Tinjau Kawasan Industri Hasil Tembakau

2025-10-04
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Daftar Harga Emas 24 Karat 8 Agustus 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

Daftar Harga Emas 24 Karat 8 Agustus 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

2026-08-10
Harga Emas Antam Minggu 9 Agustus 2026, Cek Daftar Terbarunya

Harga Emas Antam Minggu 9 Agustus 2026, Cek Daftar Terbarunya

2026-08-10
Harga Minyak hingga Inflasi Jadi Katalis Positif IHSG

Harga Minyak hingga Inflasi Jadi Katalis Positif IHSG

2026-08-10
Tokenized Stocks Makin Diminati, Pangsa Pasar Tokocrypto 64% di Indonesia

Tokenized Stocks Makin Diminati, Pangsa Pasar Tokocrypto 64% di Indonesia

2026-08-10

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Tokenized Stocks Makin Diminati, Pangsa Pasar Tokocrypto 64% di Indonesia

Tokenized Stocks Makin Diminati, Pangsa Pasar Tokocrypto 64% di Indonesia

2026-08-10
0
Rusia Tutup 9 Bursa Kripto di Moscow City, Belum Ada Penjelasan Resmi

Rusia Tutup 9 Bursa Kripto di Moscow City, Belum Ada Penjelasan Resmi

2026-08-10
0
Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam

2026-08-10
0
Senat AS Genjot Clarity Act, Industri Kripto Segera Punya Payung Hukum

Senat AS Genjot Clarity Act, Industri Kripto Segera Punya Payung Hukum

2026-08-10
0
Afrika Selatan Usul Larangan Transaksi Stablecoin Lintas Batas bagi Perusahaan

Afrika Selatan Usul Larangan Transaksi Stablecoin Lintas Batas bagi Perusahaan

2026-08-10
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Daftar Harga Emas 24 Karat 8 Agustus 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

Daftar Harga Emas 24 Karat 8 Agustus 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

2026-08-10
Harga Emas Antam Minggu 9 Agustus 2026, Cek Daftar Terbarunya

Harga Emas Antam Minggu 9 Agustus 2026, Cek Daftar Terbarunya

2026-08-10

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.