Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau Bank Syariah Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada bisnis emas perseroan. Hingga April 2026, jumlah nasabah tabungan emas BSI telah menembus 1 juta nasabah, hanya dalam waktu sekitar satu tahun sejak produk tersebut dipasarkan secara masif kepada masyarakat.
Bahkan di April sudah tembus 1 juta nasabah tabungan emas. Padahal ini baru setahun kita mulai jual kepada nasabah di Indonesia, kata Direktur Finance & Strategy BSI, Cahyo, dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I-2026, Selasa (12/5/2026).
BACA JUGA:Ray Dalio: Bitcoin Gagal Jadi Safe Haven
BACA JUGA:6 Model Gelang Emas Elegan untuk Kondangan Tren Sekarang, Simpel tapi Tetap Mewah
BACA JUGA:Harga Emas Antam 12 Mei Naik Rp 40.000, Cek Rincian 0,5 Gram hingga 1 Kg
Ia mengatakan bisnis bullion atau bank emas kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perseroan. Menurutnya, perkembangan bisnis emas BSI menunjukkan tren yang sangat positif, baik dari sisi jumlah nasabah maupun volume bisnis.
Mesin baru kita yaitu mesin bulion license atau mesin bank emas juga menunjukkan data yang sangat signifikan. Yang bisa dilihat bahwa saat ini jumlah penabung tabungan emas kita sudah hampir mencapai 900 ribu, ujarnya.
Cahyo menjelaskan, kehadiran layanan bullion license atau bank emas menjadi keunikan tersendiri bagi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Status tersebut dinilai mampu memperkuat daya tarik perseroan di tengah tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.
Selain tabungan emas, produk berbasis emas lainnya seperti gadai emas dan cicil emas juga mencatat pertumbuhan signifikan dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, lini bisnis emas kini menjadi engine pertumbuhan baru yang mendorong peningkatan jumlah nasabah BSI secara keseluruhan.
Keunikan BSI sebagai Bank Syariah terbesar dan satu-satunya bank emas, menjadi engine daripada pertumbuhan nasabah Bank Syariah Indonesia yang tentunya pertumbuhan nasabah ini berujung kepada sustainability daripada pertumbuhan kinerja, baik dari sisi volume bisnis maupun profitability, jelasnya.



/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/781851/original/087607700_1418807496-nickel.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542609/original/067408900_1774947977-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_14.15.23.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5585827/original/090247900_1778138812-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_12.42.31__1_.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547859/original/095901800_1775473870-dpr7.jpg)