Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini Selasa 12 Mei 2026. Rupiah bergerak melemah 69 poin atau 0,40 persen menjadi 17.483 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.414 per dolar AS.
Namun pada pukul 10.20 WIB, kurs rupiah telah menembus Rp 17.510 per USD berdasarkan data wise.com.
BACA JUGA:Rupiah Jebol 17.500 terhadap Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya
BACA JUGA:Rupiah Betah di 17.500, Tersengat Sentimen Geopolitik hingga MSCI
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede, menilai tekanan terhadap rupiah kali ini dinilai bukan hanya dipengaruhi sentimen global seperti tensi geopolitik di Timur Tengah, tetapi juga meningkatnya kekhawatiran investor terhadap posisi pasar keuangan Indonesia di mata lembaga indeks global MSCI.
Ia mengatakan tekanan terhadap pasar keuangan domestik, khususnya rupiah, tidak semata-mata berasal dari faktor eksternal global. Menurutnya, pasar juga tengah mencermati catatan MSCI terkait kondisi pasar modal Indonesia.
Perlu ingat juga bahwa risiko terhadap pasar keuangan domestik kita terutama rupiah ini bukan semata-mata dipengaruhi tadi oleh faktor dari Timur Tengah ya ini harusnya kita perlu kita informasikan bahwa sebelumnya kita juga perlu ingat bahwa ada catetan dari MSCI, kata Josua dalam Media Briefing PIER Economic Review Kuartal I-2026, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan MSCI sebelumnya menyoroti sejumlah isu mulai dari transparansi pasar, struktur kepemilikan asing, jumlah saham beredar di publik, hingga potensi perubahan status pasar Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi persepsi investor global terhadap aset-aset domestik.
Yang dimana memang peringatan MSCI ini terkait tadi dengan transparansi, faktor dari kepemilikan asing, jumlah saham dan juga potensi tadi perubahan status pasar yang bisa menekan persepsi dari investor global, ujarnya.
Menurut Josua, kekhawatiran pasar terhadap evaluasi MSCI menjadi salah satu faktor yang turut mendorong keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Arus keluar modal asing tersebut kemudian memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.



/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672155/original/069131700_1778470697-Superbank_menghadirkan_Kartu_Untung.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542609/original/067408900_1774947977-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_14.15.23.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/781851/original/087607700_1418807496-nickel.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547859/original/095901800_1775473870-dpr7.jpg)