Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai peluncuran exchange traded fund (ETF) emas menjadi langkah strategis untuk memperdalam sektor keuangan Indonesia. Instrumen ini dinilai tidak hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan likuiditas pasar emas nasional.
Airlangga mengatakan kehadiran ETF emas dapat menghubungkan berbagai pelaku dalam ekosistem keuangan, mulai dari manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer, hingga Bursa Efek Indonesia (BEI).
BACA JUGA:OJK: ETF Emas Ditopang Emas Fisik Bernilai Setara
BACA JUGA:ETF Emas Resmi Diluncurkan saat Perayaan HUT ke-49 Diaktifkannya Pasar Modal
BACA JUGA:Risiko ETF Emas, Produk Investasi Baru di Pasar Modal
Saya harapkan memang produk ini menghubungkan antara manajer investasi, custodian bank, bank bullion, dealer, dan bursa efek. Dan emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga dalam peluncuran ETF emas, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).
Menurut Airlangga, ETF emas juga membuka peluang bagi industri asuransi untuk berinvestasi pada emas melalui instrumen pasar modal. Sebelumnya, industri asuransi memiliki keterbatasan untuk berinvestasi langsung pada bullion.
Dengan ETF, maka asuransi bisa investasi emas. Sebelumnya asuransi tidak bisa investasi di bullion. Jadi ini salah satu yang kita akan terus dorong,” ujarnya.
Airlangga melihat potensi pengembangan ETF emas Indonesia cukup besar. Ia menyebut nilai ETF emas global telah mencapai sekitar US$4.047 miliar, dengan Amerika Serikat sekitar US$526 miliar, China US$45 miliar, dan India US$17,5 miliar.
Di sisi lain, jumlah emas yang dikelola Pegadaian mencapai sekitar 153 ton atau setara sekitar US$20 miliar. Menurut Airlangga, besarnya potensi tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk mengejar pasar ETF emas negara lain di kawasan.
India sebetulnya bisa kita balap dengan waktu cepat. Jadi kita akan dalam waktu cepat bisa melampaui Singapura. Dan dengan demikian tentu kita lebih dalam lagi, ujar dia.


/2016/06/14/77998966.jpg)
/2026/01/06/1212163043.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8333454/original/099143700_1782203790-10975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316908/original/037911600_1785996295-WhatsApp_Image_2026-08-06_at_11.27.34_AM.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949152/original/060298800_1726838740-Depositphotos_507983726_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128907/original/2100_1739263990-DALL__E_2025-02-11_15.52.52_-_A_modern_Bitcoin_ATM_with_a_sleek__futuristic_design__featuring_a_large_touchscreen_displaying_Bitcoin_price_charts_and_QR_codes_for_transactions._The.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)