Jakarta – Bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75% pada Rabu, 29 April 2026 waktu setempat. Adapun the Fed terpecah belah secara tidak biasa mempertahankan suku bunga karena pembuat kebijakan terus bergulat dengan dampak inflasi dan menanti transisi kepemimpinan yang akan segera terjadi di bank sentral.
Mengutip CNBC, Kamis (30/4/2026), dalam pertemuan yang mungkin terakhir bagi ketua the Federal Reserve Jerome Powell sebagai pemimpin. Dalam pertemuan, Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75%. Pasar prediksi 100% tidak akana da perubahan.
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 April 2026: Termahal Sentuh Level Segini
BACA JUGA:Ketua Jerome Powell Pastikan Bertahan di The Fed
BACA JUGA:Rupiah Kemarin Tembus Rp 17.326 per Dolar AS, Hari Ini Makin Dalam
BACA JUGA:IHSG Hari Ini 30 April 2026 Anjlok 1,5%, Tinggalkan 7.000
Namun, pertemuan tersebut mengalami perubahan dramatis di tengah gelombang besar pejabat yang menentang pesan penurunan suku bunga lebih lanjut mungkin akan terjadi. Di tengah ekspektasi untuk pemungutan suara rutin untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil, FOMC malah terpecah dengan suara menjadi 8-4. Para pejabat menyatakan alasan yang berbeda untuk pemungutan suara mereka.
Terakhir kali empat anggota FOMC berbeda pendapat adalah pada Oktober 1992.
Secara terpisah, selama konferensi pers setelah keputusan bank sentral, Powell memberi sinyal akan tetap berada di Dewan Gubernur untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Ia menunggu hingga investigasi terhadap renovasi Federal Reserve benar-benar selesai dengan transparansi dan kepastian.
Dalam masa jabatan yang umumnya ditandai dengan pembangunan konsensus dan sedikit perbedaan pendapat, Ketua Powell mengakhiri masa jabatannya dengan 4 perbedaan pendapat, tulis Kepala Investasi di Northwestern Mutual, Brent Schutte dalam sebuah email.
Ini tidak hanya menyoroti potensi hal yang sama di bulan-bulan mendatang ketika Ketua baru yang fokus pada perubahan Fed mengambil alih, tetapi juga kenyataan bahwa prospek ekonomi jangka pendek tetap sangat tidak pasti mengingat sinyal pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang saling bertentangan di tengah inflasi yang tetap stagnan di angka 3% lebih sejak akhir 2023.



/2023/02/23/301490227.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4604009/original/088733100_1696838759-WhatsApp_Image_2023-10-09_at_13.31.08__1_.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4048744/original/052794300_1654847232-10_juni_2022-4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570481/original/055024800_1777527657-IMG_4124.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569948/original/053457700_1777463717-1000304446.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568509/original/009151800_1777361366-Taksi_Green_SM-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/866094/original/031214800_1430464562-Petugas4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/876774/original/009328100_1431659143-OPEC_2.jpg)