Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps, dari 5,25 persen menjadi 5,50 persen. Kebijakan yang dihasilkan dari rapat dewan gubernur (RDG) mingguan, Selasa (9/6/2026) ini dipercaya dapat mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hanya saja, analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, kenaikan suku bunga acuan ini belum cukup kuat untuk menggenjot kurs rupiah yang kian melemah.Â
BACA JUGA:BI Rate Naik, Pengusaha Tahan Ekspansi Bisnis
BACA JUGA:BI Rate Naik, OJK Cermati Dampak ke Perbankan
BACA JUGA:OJK Paparkan Penyebab IHSG Melonjak 7,5%
BACA JUGA:Respons Luhut Soal Kenaikan BI Rate
BACA JUGA:BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Begini Strategi Antisipasi Bank Raya
Kendati begitu, Lukman menilai, putusan tersebut memang diperlukan dalam situasi mendesak. Dengan kenaikan BI Rate, pihak bank sentral bisa lebih leluasa menyicil kenaikan lanjutan sesuai kebutuhan, tanpa perlu menunggu jadwal tetap seperti biasa dilakukan dalam RDG bulanan. Â
Untuk sementara memang positif bagi rupiah, namun ke depannya masih perlu usaha yang lebih jauh. BI masih perlu menaikkan suku bunga, ujar dia kepada www.wmhg.org, Selasa (9/6/2026).
Di sisi lain, Lukman tak memungkiri, lonjakan suku bunga acuan berpotensi mengganggu pasar. Namun, penguatan rupiah dinilai jadi hal paling fundamental agar ekonomi suatu negara tidak terus terperosok.Â
Kenaikan suku bunga berisiko pada ekonomi. Namun sedikit mengorbankan ekonomi lebih baik daripada perlemahan rupiah yang berkelanjutan, yang justru juga tetap akan melemahkan ekonomi. BI bisa berbalik menurunkan suku bunga ketika keadaan membaik, bebernya.Â




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8143004/original/051500100_1780995512-Wakil_Ketua_DPR_RI_Sufmi_Dasco_Ahmad-9_Juni_2026a.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067924/original/082139500_1780912668-Foto3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579813/original/028606800_1778076450-1000310580.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7747364/original/060448600_1780555000-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2889634/original/024713600_1566465083-20190822-BI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128632/original/6000_1739254916-DALL__E_2025-02-11_13.21.11_-_A_futuristic_and_dynamic_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_confident_and_playful_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)