Jakarta – Penulis buku keuangan terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menyuarakan kekhawatiran terhadap masa depan dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, sistem keuangan berbasis mata uang fiat semakin rentan karena tingginya pencetakan uang dan pertumbuhan utang yang terus meningkat.
Dalam berbagai pernyataannya, dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (14/6/2026), Kiyosaki secara konsisten mengkritik dolar AS dan menyebutnya sebagai uang palsu (fake money) yang nilainya terus tergerus dari waktu ke waktu.
BACA JUGA:XRP Masuki Fase Krusial, Analis Prediksi Peluang Kenaikan 100 Persen
BACA JUGA:Bitcoin Berpotensi Sentuh Titik Terendah Siklus di US$ 59.000
BACA JUGA:Harga Kripto Hari Ini 14 Juni 2026: Bitcoin Menguat 3%, XRP dan Solana Melonjak
Ia menilai masyarakat yang hanya mengandalkan tabungan dalam bentuk uang tunai berpotensi menghadapi risiko penurunan daya beli dalam jangka panjang.
Menurut Kiyosaki, salah satu penyebab utama melemahnya kekuatan mata uang adalah ekspansi jumlah uang beredar yang dilakukan bank sentral. Ketika lebih banyak uang dicetak, nilai setiap unit mata uang akan semakin menurun.
Kritik tersebut juga diarahkan pada sistem perbankan cadangan fraksional (fractional reserve banking), di mana bank hanya menyimpan sebagian kecil dana nasabah sebagai cadangan.
Selain itu, Kiyosaki menyoroti meningkatnya utang negara yang menurutnya dapat menciptakan tekanan terhadap stabilitas moneter di masa depan.
Dalam pandangannya, sistem ekonomi saat ini lebih banyak mendorong pertumbuhan utang dibandingkan perlindungan nilai tabungan masyarakat.
Karena alasan tersebut, ia terus mengampanyekan investasi pada aset yang dianggap memiliki nilai intrinsik seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5734668/original/089093400_1778629872-tahun-ini-dahlan-iskan-lebur-dua-bumn-konstruksi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1360914/original/098618500_1475232909-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-08.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)