Jakarta – Managing Director Samuel Sekuritas Indonesia, Tae Yong Shim, menyoroti data inflasi Indonesia yang dinilai terlalu rendah dibanding kondisi riil di lapangan. Menurut dia, angka inflasi Indonesia yang berada di kisaran 2,4% menimbulkan tanda tanya besar, terutama ketika masyarakat merasakan kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari dan rupiah terus mengalami pelemahan.
Tae Yong menilai, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tekanan terhadap rupiah semakin besar dan suku bunga berpotensi naik dalam waktu mendatang.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Perkasa Tersengat Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran
BACA JUGA:Bos Bapanas Klaim Beras Tak Lagi jadi Penyumbang Utama Inflasi
BACA JUGA:Kadin Ungkap Ancaman yang Mengintai di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61%
Ia mengatakan, inflasi Indonesia pada April 2026 yang berada di level 2,4% sulit dipahami jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi aktual yang dirasakan masyarakat. Ia mencontohkan kenaikan harga makanan dan kebutuhan sehari-hari yang menurutnya jauh lebih tinggi dibanding angka inflasi resmi.
“Inflasi yang dirilis beberapa hari lalu berada di angka 2,4%, kan? Benarkah? Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,4%? Maksud saya, lihat, inflasi yang saya rasakan, seperti ayam yang saya makan di KFC tahun lalu tidak sama dengan ayam yang saya makan sekarang, misalnya,” kata Tae Yong Shim dalam Media Connect 2026, di kantor Samuel Sekuritas Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, terdapat kemungkinan komponen dalam perhitungan inflasi belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat. Ia juga menyoroti fakta inflasi Amerika Serikat justru berada di atas Indonesia. Padahal secara historis, inflasi Indonesia biasanya lebih tinggi dibanding AS.
Inflasi Indonesia seharusnya lebih tinggi daripada AS? AS lebih tinggi daripada Indonesia. Apakah itu masuk akal? Saya sudah bilang sebelumnya 2,4% data terbaru 2,4, kan? AS 3,3%. Apakah itu masuk akal? Mungkin tidak,” ujarnya.
Tae Yong menilai rendahnya inflasi membuat suku bunga Indonesia ikut terlalu rendah. Padahal di tengah pelemahan rupiah dan meningkatnya tekanan harga, kebijakan suku bunga semestinya bergerak lebih tinggi.



/2026/03/03/1538440414.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499743/original/037880100_1770793941-IMG-20260211-WA0006.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5584801/original/041492200_1778137245-bulog-siap-bentuk-anak-perusahaan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528024/original/078351100_1773224753-1000258125.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510948/original/090050800_1771844837-1000243129.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5588994/original/044924300_1778144093-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-7_Mei_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2939674/original/064519600_1571122509-20191016-Menengok-Panen-Melimpah-Anggur-untuk-Wine-di-Italia-4.jpg)