Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan, jawaban menohok menanggapi penilaian ekonom yang terhadap ekonomi Indonesia. Dia menyebut pengamat ekonomi meleset akan prediksinya.
Purbaya menilai, ada pengamat ekonomi yang salah memprediksi arah ekonomi Indonesia. Bukti pertumbuhan positif disebutnya berbeda dari prediksi pengamat yang menilai ekonomi RI ambruk.
BACA JUGA:Purbaya Ungkap Alasan Merger BUMN Bebas Pajak
BACA JUGA:Bond Stabilization Fund Bakal Dibentuk, Ini Tujuannya
BACA JUGA:Bocoran Purbaya Soal Financial Center di Bali
Ini pasti ekonom-ekonom itu yang sudah salah prediksi? Tanya ke mereka kenapa mereka salah prediksi begitu, katanya mau hancur ekonomi Indonesia, kok malah tumbuh kencang. Sekarang sudah tumbuh kencang, cari alasan lain, ungkap Purbaya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Pernyataannya itu menanggapi anggapan ekonom yang menyebut pertumbuhan ekonomi ditopang faktor musiman. Hanya saja, Purbaya membantah faktor musiman tersebut.
Ini saya jelasin, musiman ini angka pertumbuhan year on year, musimannya harusnya sebagian besar sudah hilang, kecuali 16 hari karena Lebaran-nya geser 16 hari, tapi tahun lalu triwulan pertama bukan, keluarnya ya hanya sedikit, hanya 16 hari. Jadi harusnya walaupun ada musiman itu dengan kita lihat angka (pertumbuhan ekonomi) year on year, harusnya sudah hilang dengan signifikan, jelas dia.
Dia juga mengatakan, sudah menjadi tugas pemerintah untuk memberikan stimulus untuk menjaga jalannya perekonomian nasional. Stimulus ini dijalankan lintaspihak, baik Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
(timbul pertanyaan) \’Oh karena stimulus ya?\’ emang itu kerjaan kita, mendorong ekonomi supaya ekonomi tumbuh lebih cepat. Terus harus apa? Saya mesti diem? Kan enggak. Justru bank sentral, LPS, OJK, memberi dorongan ke ekonomi bersama-sama supaya ekonomi tumbuh lebih cepat, tuturnya.



/2026/03/03/1538440414.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2939674/original/064519600_1571122509-20191016-Menengok-Panen-Melimpah-Anggur-untuk-Wine-di-Italia-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5584801/original/041492200_1778137245-bulog-siap-bentuk-anak-perusahaan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528024/original/078351100_1773224753-1000258125.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510948/original/090050800_1771844837-1000243129.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5588994/original/044924300_1778144093-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-7_Mei_2026.jpg)