Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lesu pada pembukaan perdagangan Jumat, (11/9/2026). Ekonom menilai, tekanan rupiah terhadap dolar AS dipicu kenaikan harga minyak mentah global.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 38 poin atau 0,22% menjadi 17.585 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.547.
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke 17.611 per Dolar AS, Tertekan Data Inflasi Amerika
BACA JUGA:Kalbe Farma Hati-Hati Naikkan Harga Obat dan Susu
BACA JUGA:Rupiah Tertekan ke 17.547 per Dolar AS, Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah
Harga minyak Brent menembus level US$ 100 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul klaim Iran kalau pihaknya telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz setelah serangan AS menenggelamkan lima kapal tanker Iran,” kata Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede dikutip dari Antara, Jumat (11/9/2026).
Dia menuturkan, kenaikan harga minyak global kembali memicu kekhawatiran investor terhadap risiko pelebaran twin deficits, yaitu defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal.
Melihat sentimen global, data Producer Price Index (PPI) AS untuk Agustus 2026 tercatat di atas ekspektasi, mencerminkan tekanan inflasi yang masih persisten pada tingkat produsen. PPI AS meningkat menjadi 5,4% year on year (yoy) dari 4,8% yoy pada bulan sebelumnya, melampaui konsensus sebesar 5,3% yoy, terutama didorong oleh kenaikan biaya energi.
Setelah rilis data tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026 meningkat di atas 70%, mendorong kenaikan indeks dolar AS dan yield UST. Keduanya sebelumnya telah meningkat seiring harga minyak global yang terus naik menembus US$ 100 per barel selama sesi perdagangan Asia.
Hari ini, kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran 17.575–17.700 per dolar AS, ujar Josua.
/2022/10/22/184678830.jpg)
/2025/05/29/144949142.jpg)
/2026/05/22/1817612093.jpg)
/2020/12/17/225369454.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345691/original/028260000_1789050977-14168.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344264/original/002861800_1788939901-AP26251360087646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3511438/original/014464000_1626324764-dogecoin_2executium-uRKETZRn-K4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321980/original/056686300_1786513083-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_36_41_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)