Jakarta – Harga emas dan perak kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026 waktu AS setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi pasar.
Meski pasar tenaga kerja mulai melambat, kondisi tersebut dinilai belum cukup lemah untuk mendorong Federal Reserve segera memangkas suku bunga secara agresif.
BACA JUGA:PM Modi Ajak 1,4 Miliar Warga India Stop Beli Emas hingga Nebeng Saja saat ke Kantor
BACA JUGA:Akal-akalan WN India Selundupkan Emas, Kelabui dengan Popok yang Dipakai
BACA JUGA:Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 11 Mei 2026: Termurah Sentuh Level Segini
Mengutip Kitco.com, Senin (11/5/2026), pada perdagangan awal AS, harga emas spot tercatat naik 0,75% ke level sekitar USD 4.724,50 per ons. Sementara itu, harga perak spot melonjak 3,22% menjadi USD 81,044. Laporan ketenagakerjaan April menunjukkan ekonomi AS menambah 115.000 lapangan kerja baru, lebih tinggi dibandingkan perkiraan konsensus sekitar 65.000 pekerjaan.
Tingkat pengangguran juga bertahan di level 4,3%. Kepala Riset Pasar dan Ekonomi First Citizens Wealth, Phillip Neuhart, menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja saat ini sebagai “perekrutan rendah dan pemutusan hubungan kerja yang juga rendah.”
Kondisi tersebut menciptakan dilema bagi pasar emas. Di satu sisi, perlambatan perekrutan meningkatkan peluang penurunan suku bunga oleh The Fed. Namun di sisi lain, ketahanan pasar tenaga kerja membuat bank sentral AS belum memiliki urgensi untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya.
Ketegangan Geopolitik
Selain faktor data ekonomi AS, kenaikan harga emas juga didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik AS dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Gencatan senjata antara kedua negara kembali memanas setelah pasukan AS dan unit Iran dilaporkan terlibat baku tembak di sekitar Selat Hormuz.



/2024/05/31/2056349972.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/755300/original/053556900_1414072828-z6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1932273/original/053391600_1519472252-Properti-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672155/original/069131700_1778470697-Superbank_menghadirkan_Kartu_Untung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672273/original/039713700_1778475023-sp-2810126.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4424749/original/064202100_1683862117-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)