Jakarta – Di tengah pergerakan nilai tukar yang fluktuatif, investasi valuta asing atau valas mulai dilirik masyarakat sebagai salah satu cara menjaga nilai aset. Namun, Perencana Keuangan independen, Andy Nugroho, mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru membeli mata uang asing tanpa perencanaan yang matang.
Andy mengatakan, langkah pertama yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi valas adalah memastikan dana yang digunakan merupakan “uang dingin” atau dana lebih setelah kebutuhan utama terpenuhi.
BACA JUGA:100 Investor Kepincut Proyek Sampah Jadi Listrik Tahap II
BACA JUGA:Ini Alasan Danantara Beli Saham GOTO
BACA JUGA:Tokenisasi Aset Meroket Capai USD 39 Miliar di 2026
Jangan menggunakan uang pinjaman atau dana kebutuhan sehari-hari untuk investasi valas. Investasi sebaiknya dilakukan menggunakan dana yang memang siap ditempatkan dalam jangka waktu tertentu,” ujarnya saat dihubungi Senin (11/5/2026).
Ia juga menyarankan masyarakat bertransaksi melalui money changer resmi atau bank yang memiliki layanan valas agar lebih aman. Dia menuturkan, membuka rekening valas juga bisa menjadi pilihan karena memudahkan transaksi, terutama bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan layanan digital.
Selain itu, Andy menilai pembelian mata uang asing sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Strategi tersebut dikenal dengan metode dollar cost averaging, yakni membeli valas secara berkala baik saat harga naik maupun turun untuk mengurangi risiko fluktuasi.
Investasi Bertahap
Bagi pekerja dengan penghasilan setara upah minimum regional (UMR), Andy menyarankan agar porsi investasi disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing. Idealnya, dana investasi berkisar 10% dari penghasilan bulanan, namun kebutuhan pokok tetap harus menjadi prioritas utama.
“Kalau kebutuhan penting dan wajib belum terpenuhi, jangan dipaksakan untuk investasi besar-besaran,” katanya.



/2024/05/31/2056349972.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1932273/original/053391600_1519472252-Properti-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672155/original/069131700_1778470697-Superbank_menghadirkan_Kartu_Untung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672273/original/039713700_1778475023-sp-2810126.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4424749/original/064202100_1683862117-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)