Jakarta – Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, uji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) pertama di Banyuwangi, Jawa Timur tidak tepat sasaran.
Uji coba pertama di Banyuwangi, kita tahu 77,6% itu bansos itu off target, tidak tepat sasaran, ujar Luhut dalam konferensi pers di Kantor DEN, dikutip Jumat, (11/9/2026).
BACA JUGA:Bansos Digital, Mimpi Pemerintah Membuat Bantuan Lebih Tepat Sasaran
BACA JUGA:Pemerintah Cari Cara Biar Dana Bansos dan Subsidi Tak Dipakai Judi Online
BACA JUGA:Setop Subsidi Barang, Luhut: Langsung Transfer ke Rekening
Menurut dia, uji coba ini juga menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk memperbaiki data penerima bansos.
Oleh karena itu, menurut Luhut, terus dilakukan perbaikan agar ketika nanti disalurkan secara nasional ke masyarakat bisa tepat sasaran. Meski begitu, dia mengakui apabila data penerima bansos itu sifatnya dinamis, sehingga nantinya bisa berubah.
Sekarang kita perbaiki. Kita berharap nanti, mungkin kurang dari 10 persen dan mungkin sampai dekat ke 100 persen (perbaikan data penerima bansos) itu tidak mungkin, karena dinamis sekali, ucap dia.
Luhut menjelaskan, hasil uji coba digitalisasi perlinsos di Banyuwangi juga menjadi salah satu dasar pemerintah untuk memperbaiki sistem dan data penerima bansos sebelum diterapkan lebih luas.
Dia mengatakan, setelah uji coba di Banyuwangi, pemerintah berencana memperluas sistem tersebut. Pemerintah juga menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu memperbaiki dan memperbarui data penerima bansos.
Kita sudah ada piloting di satu kabupaten, di Banyuwangi dan itu modal utama. Sekarang kita piloting sudah 215 kabupaten, kata Luhut.
/2022/10/22/184678830.jpg)
/2025/05/29/144949142.jpg)
/2026/05/22/1817612093.jpg)
/2020/12/17/225369454.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344264/original/002861800_1788939901-AP26251360087646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3511438/original/014464000_1626324764-dogecoin_2executium-uRKETZRn-K4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321980/original/056686300_1786513083-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_36_41_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)