Jakarta – Harga emas naik lebih dari 1% pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah, sementara harapan akan dimulainya kembali pembicaraan AS-Iran ikut mendongkrak harga emas dengan meredakan kekhawatiran inflasi.
Dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2206), harga emas naik 1,1% menjadi USD 4.791,65 per ons, sementara harga emas berjangka naik 1% menjadi USD 4.815,40. Tim negosiasi dari AS dan Iran dapat kembali ke Islamabad minggu ini untuk melanjutkan pembicaraan guna mengakhiri perang, setelah runtuhnya negosiasi akhir pekan mendorong Washington untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
BACA JUGA:Mengapa Harga Emas Tak Selalu Naik Saat Konflik Geopolitik Memanas? Ini Alasannya
BACA JUGA:Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini
“Arah pasar emas akan bergantung pada bagaimana jalannya pembicaraan di Pakistan dan kemajuan apa yang dicapai menjelang akhir pekan. Jika kita melihat berita positif, harga logam mulia akan terus naik,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn.
“Dolar yang lebih rendah dan harga minyak yang lebih rendah saat ini membantu harga emas, mengingat ketika perang dimulai, terjadi perebutan uang tunai dan kekhawatiran tentang kemampuan untuk mengakumulasi pasokan energi,” tambahnya.
Dolar AS melemah dan harga minyak turun pada hari Selasa. Mata uang AS yang lebih lemah membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Data menunjukkan bahwa harga produsen AS meningkat kurang dari yang diperkirakan pada bulan Maret karena biaya jasa tidak berubah, tetapi lonjakan harga energi karena perang dengan Iran memicu tekanan inflasi.
Terlepas dari perannya sebagai lindung nilai inflasi, emas menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi karena tidak menawarkan imbal hasil.

/2026/02/16/843772009.jpg)
/2025/10/13/627705630.jpg)
/2021/02/22/733816965.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3080941/original/054674800_1584612278-20200319-Nilai-Tukar-Rupiah-Terhadap-Dolar-AS-Hari-Ini-IMAM-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549659/original/059149900_1775627380-6404d410-5cdd-4bbe-8348-ddcbe8ddb144.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427171/original/081791300_1764330279-Managing_Director_Stakeholder_Management_and_Communications_Danantara__Rohan_Hafas.jpg)
/2026/02/15/2061378339.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555754/original/031374200_1776215597-97c5a411-1fff-4313-b383-a2089a9b32fc.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556066/original/049467400_1776230606-Graha_Niaga_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555452/original/038544000_1776157287-Managing_Director_Emtek_Group__Sutanto_Hartono-14_April_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555569/original/091967700_1776165194-MMA_Smarties_Unplugged_Indonesia_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544033/original/072242900_1775044434-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555662/original/065807000_1776172375-CEO_Danantara_Indonesia__Rosan_Roeslani_dan_Menteri_Lingkungan_Hidup__Hanif_Faisol_Nurofiq.jpg)