Jakarta – Chairman dan CEO Micron Technology Sanjay Mehrotra (67) masuk jajaran miliarder. Status ini disandang Sanjay Mehrotra setelah saham produsen chip memori yang berbasis di Boise, Idaho mencapai rekor tertinggi. Kekayaan CEO Micron Technology Sanjay Mehrotra menjadi US$ 1,2 miliar atau Rp 21,36 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.810).
Mengutip Forbes, ditulis Jumat (29/5/2026), Mehrotra telah menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO Micron sejak 2017. Ia sebelumnya menjadi salah satu pendiri dan Chief Executive SanDisk, pelopor memori flash yang diakuisisi Western Digital pada 2016 senilai US$ 16 miliar atau Rp 284,89 triliun.
BACA JUGA:Top 3: Kurs Dolar dan Rupiah di 4 Bank Besar
BACA JUGA:Survei: Mayoritas Keluarga Kaya Asia Ingin Wariskan Harta, Namun Belum Siapkan Suksesi
BACA JUGA:Daftar Negara dengan Pertumbuhan Miliarder Tercepat Dunia, Indonesia Masuk
Saham Micron telah meroket, naik 194% pada 2026 dan melonjak 863% selama 12 bulan terakhir, karena permintaan chip memori yang digunakan dalam server Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah meledak.
Kapitalisasi pasar Micron sekarang mencapai sekitar US$ 1 triliun atau Rp 17.806 triliun, menjadikannya perusahaan pembuat chip memori ketiga yang bergabung dengan klub four comma bulan ini setelah Samsung mencapai tonggak sejarah tersebut pada awal Mei dan SK Hynix melewati ambang batas tersebut pada Selasa malam. Micron menolak berkomentar.
Adapun sebelum menyandang status miliarder, Mehrotra memulai perjalanan di Kanpur, India tempat kelahirannya  pada 1958.
Ia imigrasi ke Amerika Serikat (AS) pada usia 18 tahun untuk belajar di University of California, Berkeley. Pada 1988, ia mendirikan SanDisk bersama Eli Harari dan Jack Yuan. Pada 1988,ia mendirikan SanDisk bersama Eli Harari dan Jack Yuan.
Perusahaan ini mempelopori penyimpanan memori flash, melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada 1995 dan dijual ke Western Digital pada 2016 dalam kesepakatan senilai US$ 16 miliar atau Rp 284,89 triliun yang turut dirancang Mehrotra sebagai CEO.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7005737/original/042333400_1779777189-IMG-20260526-WA0011.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2349348/original/089030500_1535967795-China-New-Tycoons-Sel.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469733/original/047602200_1768181200-Beras_SPHP.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)