Jakarta – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan yang masih membayangi pasar keuangan global. Tekanan terhadap mata uang Garuda dinilai masih dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat perkembangan konflik di Timur Tengah.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa selain faktor eksternal, rupiah juga menghadapi tekanan dari meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) yang bersifat musiman.
BACA JUGA:Rupiah Anjlok Ditutup di Rp17.845
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp 17.877, Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik
Terkait perkembangan nilai tukar Rupiah terkini terutama selama periode libur dan cuti bersama Idul Adha 1447 H, dapat kami sampaikan bahwa tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah, ujar Ramdan dalam keterangannya, Jumat (30/5/2026).
Menurut dia, kebutuhan valas meningkat antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen. Di sisi lain, arus masuk dolar AS ke dalam negeri masih relatif terbatas sehingga menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Menghadapi kondisi tersebut, BI memastikan akan terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas rupiah. Langkah yang ditempuh mencakup optimalisasi intervensi di pasar valuta asing, baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
Selain itu, bank sentral juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara konsisten dan terukur sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasar keuangan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3387759/original/098900800_1614331017-20210226-LPS-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469733/original/047602200_1768181200-Beras_SPHP.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7240357/original/083214000_1780025345-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_09.47.32.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7170647/original/022415500_1779962071-Perusahaan_3M.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5241224/original/052209200_1748943401-1000059557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7179285/original/086357100_1779974058-Penjualan_tiket_KAI_saat_libur_Idul_Adha_dan_Hari_Lahir_Pancasila.jpg)