Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo buka suara terkait temuan kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, yang menimbulkan kerugian negara hingga sekitar Rp 16 miliar.
Dalam kasus ini, Dody tidak ingin pegawai di level bawah terus menjadi korban. Menurut dia, segala kesalahan yang terjadi di bawah juga menjadi tanggung jawab atasannya, termasuk eselon I.
BACA JUGA:Emosi Menteri PU Eks Anak Buah Tersangka Korupsi: Tak Akan Saya Tutup-tutupi!
BACA JUGA:Dibongkar Kejagung Modus Licik Bos Tambang Gali Bauksit Ilegal di Kalbar
BACA JUGA:Korupsi Desa Masih Tinggi, Tata Kelola Kurang Diperhatikan
BACA JUGA:Kejagung Wanti-Wanti Cegah SPMB jadi Bancakan Korupsi
Saya tidak mau lagi seperti kemarin-kemarin, hanya mengorbankan anak-anak kecil di bawah. Generasi muda PU harus menjadi tulang punggung kementerian pekerjaan umum di masa mendatang. Integritas mereka wajib saya jaga dari hari ini, ujarnya di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Kalau eselon-eselon I, eselon I-nya yang harus saya dorong masuk. Enggak ada eselon I salah, kemudian bilang, enggak, enggak, itu anak buah saya yang ngerjain, enggak ada, tegas dia.
Dody berkomitmen untuk tidak menutup-nutupi segala kasus yang ada di jajarannya. Ia pun siap untuk berkolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus ini.
Itulah sebabnya juga, kenapa pada saat kemarin ada penggeledahan, saya mengizinkan ruangan saya digeledah, imbuh dia.
Kendati begitu, ia memastikan seluruh program prioritas pemerintah di bidang sumber daya air tidak akan terganggu oleh adanya kasus korupsi ini.
Tidak ada kata-kata, Dirjennya kena masalah, kemudian irigasinya mampet, enggak ada.Kalau Dirjennya, Direkturnya, Kepala Balainya, pejabat PPK-nya tertangkap apa kena hukum, kemudian program yang mampet, mandek, macet, yang goblok itu adalah Menterinya. Yang bodoh itu adalah Menteri Pekerjaan Umumnya, yang salah adalah saya, serunya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3609095/original/017722100_1634813440-20211021-Ekspor-Batu-Bara-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4106955/original/096009100_1659285436-ABON_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4913296/original/017358600_1723174897-wooden-tray-with-tea-with-milk.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6224946/original/089033600_1779101760-kur_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6430134/original/028574200_1779298469-bi-catat-pelemahan-rupah-telah-mencapai-10-persen-rev1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)