Jakarta – Bank Indonesia (BI) memastikan cadangan devisa Indonesia masih berada pada level aman dan lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral telah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing guna meredam tekanan terhadap rupiah. Intervensi dilakukan melalui pasar spot, instrumen lindung nilai (hedging), hingga transaksi forward.
BACA JUGA:BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen
BACA JUGA:Transaksi QRIS Tumbuh 108 Persen pada April 2026
BACA JUGA:QRIS Ditargetkan Tembus India hingga Timor Leste Tahun Ini
Meski intervensi diperbesar, Perry menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF) melalui indikator Assessing Reserve Adequacy (ARA).
Menurut dia, skor ARA Indonesia saat ini masih berada di atas level 100 yang menjadi batas aman minimum.
“Jadi, kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup. Masih lebih dari cukup, sehingga dosis intervensinya kami naikkan,” ujar Perry dalam Rapat Kerja bersama DPR RI, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, langkah intervensi di pasar valuta asing menjadi salah satu strategi utama BI dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan penguatan dolar AS.
Selain menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga berupaya memastikan likuiditas valas di pasar domestik tetap terjaga agar aktivitas ekonomi dan investasi tidak terganggu.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6451895/original/068053700_1779316601-perkuat-ekspor-pemerintah-guyur-lpei-rp-1-triliun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6387768/original/064593600_1779263008-IMG_4415.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6224946/original/089033600_1779101760-kur_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6430134/original/028574200_1779298469-bi-catat-pelemahan-rupah-telah-mencapai-10-persen-rev1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)