Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan respons resmi atas investigasi dagang Amerika Serikat melalui kebijakan Section 301 yang menyasar ekspor nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, ada dua isu utama yang menjadi sorotan dalam penyelidikan tersebut, yakni kelebihan kapasitas produksi (excess capacity) dan dugaan keterkaitan bahan baku dengan praktik kerja paksa (forced labor).
BACA JUGA:Harga Plastik Naik 40%, Pemerintah Bakal Kasih Insentif?
BACA JUGA:Prabowo Komitmen Jaga Defisit APBN 3 Persen dan Rasio Utang 40%
BACA JUGA:Wacana Pemotongan Gaji Menteri, Airlangga: Belum Pernah Kita Bahas
“Pertama, kan US menerapkan section 301 dalam perdagangan, yaitu lakukan penyelidikan terhadap ekspor Indonesia. Dua hal, yaitu ekses kapasitas, yaitu produksi yang berlebih, dan yang kedua terkait dengan impor bahan baku yang terkait dengan forced labor,” ujar Airlangga di kantornya, Senin (13/4/2026).
Airlangga menegaskan, pemerintah akan menyampaikan jawaban resmi sebelum investigasi masuk ke tahap lanjutan. Ia juga menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan berbasis komoditas tertentu, bukan kebijakan secara keseluruhan.
“Enggak, yang dibahas kan excess kapasitas. Sebagai contoh satu excess semen misalnya. Semen kita nggak pernah ekspor ke Amerika. Jadi kita tinggal jawab aja,” jelasnya.

/2026/02/14/83493240.jpg)
/2026/02/14/692664697.jpg)
/2018/09/27/32774489.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554559/original/002917600_1776075581-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_2.31.59_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553883/original/019042400_1776051948-Presiden_Prabowo_Subianto_didampingi_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Bahlil_Lahadalia__melakukan_kunjungan_kerja_ke_Moskow__Rusia.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553818/original/069763800_1776049556-41c3df45-c693-4f8c-a5eb-f625750ba2ed.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554029/original/003537200_1776057719-1000288568.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432559/original/083097100_1764815035-1000168282.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552229/original/005251900_1775804124-Depositphotos_652714122_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429615/original/043694300_1764616953-Screenshot_2025-11-28_021816.png)