Jakarta – Harga emas diperkirakan masih akan melanjutkan tren kenaikannya dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, lembaga investasi global Rockefeller Global Investment Management memprediksi harga logam mulia tersebut bisa menembus USD 10.000 per ounce pada 2030.
Mengutip laman Kitco.com, prediksi tersebut disampaikan oleh ahli strategi makro dan pasar Rockefeller Global Investment Management, Doug Moglia. Ia menilai emas masih menjadi aset utama dalam siklus bullish komoditas global yang baru, didorong meningkatnya pembelian bank sentral, ketegangan geopolitik, hingga pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Hari Ini 28 Mei 2026: Antam Turun, Pegadaian Bervariasi
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Terjun Bebas
BACA JUGA:Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Mei 2026
Menurut Moglia, reli emas yang terjadi saat ini memiliki kemiripan dengan lonjakan besar pada era 1970-an dan awal 2000-an. Bedanya, kali ini pendorong utama datang dari perubahan cara bank sentral global mengelola cadangan devisa pasca perang Rusia-Ukraina.
Moglia mengatakan pembelian emas oleh bank sentral global meningkat tajam sejak 2022 setelah cadangan devisa Rusia terkena sanksi Barat. Kondisi tersebut membuat banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS dan euro.
Ia menyebut selama periode 2022 hingga 2024, bank sentral dunia membeli lebih dari 1.000 ton emas setiap tahun. Jumlah itu setara sekitar 20-25 persen dari total produksi tambang emas global tahunan.
Menurutnya, emas kini dipandang sebagai aset cadangan yang lebih aman karena tidak memiliki risiko pihak lawan maupun ketergantungan terhadap sistem keuangan tertentu. Hal itu membuat posisi emas semakin kuat dalam portofolio cadangan negara-negara dunia.
Selain pembelian bank sentral, reli emas juga semakin diperkuat oleh masuknya investor ritel dan aliran dana ETF sepanjang 2025. Kepemilikan ETF emas global bahkan melonjak hampir 20 persen hingga melampaui 3.000 ton metrik.
Meski demikian, Moglia mengingatkan bahwa dominasi investor finansial juga dapat meningkatkan volatilitas harga emas dalam jangka pendek akibat tingginya aktivitas spekulatif di pasar.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523348/original/025470200_1772803676-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6607640/original/038035400_1779442204-publikasi_1779419760_6a0fca70e1047.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6484358/original/030209800_1779343577-1000324698.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499909/original/028172100_1770800058-IMG_1340.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7154928/original/043180400_1779943597-DEV05928.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5085176/original/055731400_1736393185-20250108_123321.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552312/original/054775400_1775806441-0L5A8486.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565100/original/085292300_1777011190-1000298571.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7174491/original/006323500_1779967509-WhatsApp_Image_2026-05-26_at_16.50.34.jpeg)