Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetlan nilai tukar rupiah bisa kembali masuk ke level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Intervensi ke pasar obligasi, hingga menarik mata uang asing ke RI menjadi caranya.
Dia membawa optimisme nilai tukar rupiah kembali menguat. Meskipun saat ini rupiah sempat tembus ke level Rp 17.700 per dolar AS. Pada posisi ini, dia pun meminta para pemilik valuta asing (valas) untuk segera menjualnya. Pasalnya, nilai tukar rupiah akan segera menguat kedepannya.
BACA JUGA:Belajar dari Krisis 2008, Pemerintah Siapkan Antisipasi Hadapi Gejolak Global
BACA JUGA:Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dividen hingga Haji
BACA JUGA:Rupiah Hanya Unggul atas Rupee, Kalah dari Ringgit hingga Yuan
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Daihatsu Masih Tahan Harga Jual
Kalau saya bilang pemain valas cepat-cepat jual lah, kita akan dorong rupiah ke arah Rp 15 ribu. Kata Pak Preside, \’kalau Purbaya masih senyum, ekonomi aman\’, ini senyum terus nih, kata Purbaya dalam Jogja Financial Festival 2026, dikutip daring, Jumat (22/5/2026).
Beberapa upaya yang dilakukan dengan menarik dolar ke Indonesia, salah satunya melalui instrumen penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA). Kebijakan DHE SDA ini wajib diparkir di bank BUMN mulai 1 Juni 2026.
Cara lainnya, kata Purbaya, yakni melalui intervensi pemerintah lewar obligasi untuk mengendalikan yield surat utang pemerintah.
Kita juga membantu (stabilisasi) nilai tukar dari sisi pemerintah. Saya masuk ke pasar obligasi supaya yield-nya gak naik terlalu tinggi, artinya asing tidak terpaksa harus keluar dari Indonesia karena rugi. Ini sudah berdampak, ungkap dia.
Dia menjelaskan, meski rupiah melemah terhadap dolar AS, tapi yield obligasi cenderung turun sepekan terakhir karena pemerintah membeli obligasi di pasar sekunder. Dampaknya diklaim sudah positif.
Jadi teman-teman gak usah takut tuh yang ribut-ribut nilai tukar akan jeblok seperti 1998, nanti Juni akan ada supply dolar yang signifikan ke ekonomi kita. Jadi rupiah akan menguat, tegas Bendahara Negara.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552547/original/013956500_1775812564-Menteri_Pekerjaan_Umum__PU___Dody_Hanggodo-10_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4106955/original/096009100_1659285436-ABON_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4913296/original/017358600_1723174897-wooden-tray-with-tea-with-milk.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3609095/original/017722100_1634813440-20211021-Ekspor-Batu-Bara-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6224946/original/089033600_1779101760-kur_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6430134/original/028574200_1779298469-bi-catat-pelemahan-rupah-telah-mencapai-10-persen-rev1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)