Jakarta – Tiga pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, mendapatkan kenaikan pangkat.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan, memastikan negara hadir dalam memberikan penghormatan sekaligus memenuhi hak kepegawaian para ASN yang gugur saat menjalankan tugas.
BACA JUGA:Menteri PANRB Pastikan Hak ASN Korban Penembakan Papua Diselesaikan
BACA JUGA:DPR Desak Strategi Baru Pemerintah Hadapi KKB Papua
Dia pun menyampaikan duka cita mendalam dan belasungkawa atas gugurnya ketiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu 9 September 2026. “Mereka telah memberikan pengabdian terbaik bagi negara dan masyarakat. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar dia, Jumat (11/9/2026).
BKN saat ini berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan pihak terkait untuk mempercepat proses administrasi kepegawaian para korban.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab BKN dalam memastikan hak-hak kepegawaian korban dan keluarga yang ditinggalkan dapat diproses secara cepat, cermat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Ini bukan semata-mata proses administrasi tetapi wujud penghormatan negara terhadap pengabdian seorang ASN, dan ada hak keluarga yang harus kita pastikan terpenuhi. BKN akan memberikan dukungan sesuai kewenangan kami dan mempercepat proses yang menjadi hak para korban serta keluarga yang ditinggalkan. Negara memastikan penghargaan dan perlindungan hak diberikan kepada ASN yang gugur dalam menjalankan tugas,” tegas dia.
Pemenuhan hak tersebut sekaligus merupakan bentuk penghargaan negara atas pengabdian ASN yang gugur dalam tugas.
Sesuai ketentuan yang berlaku, ASN yang dinyatakan tewas dalam menjalankan tugas dapat memperoleh hak kepegawaian, antara lain kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi serta hak pensiun bagi janda/duda atau ahli waris.
/2022/10/22/184678830.jpg)
/2025/05/29/144949142.jpg)
/2026/05/22/1817612093.jpg)
/2020/12/17/225369454.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345975/original/035411100_1789101861-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_6.11.45_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344264/original/002861800_1788939901-AP26251360087646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3511438/original/014464000_1626324764-dogecoin_2executium-uRKETZRn-K4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321980/original/056686300_1786513083-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_36_41_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)