• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Ada Pergeseran Tren Konsumsi, Industri Mamin Diperkirakan Tumbuh 6,1% di 2025

Ada Pergeseran Tren Konsumsi, Industri Mamin Diperkirakan Tumbuh 6,1% di 2025

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-09-24
0

Ada Pergeseran Tren Konsumsi, Industri Mamin Diperkirakan Tumbuh 6,1% di 2025

wmhg.org – JAKARTA. Industri makanan dan minuman diperkirakan mampu tumbuh 6,1% pada tahun 2025 di tengah tren pergeseran konsumsi. 

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) baru-baru ini mengadakan diskusi kelompok dengan Ketua Umum Gabungan Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang tren konsumen terkini di Indonesia. 

Analis BRIDS Christy Halim dan Sabela Amalina dalam riset terbarunya menjelaskan, banyak pelaku industri food and beverage (F&B) mengalami pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan pasca musim lebaran, termasuk imbal hasil saham. Permintaan sempat meningkat pada Juli 2025, tetapi kembali menurun pada Agustus 2025. 

Beberapa pelaku industri telah mulai berkoordinasi dengan perdagangan modern untuk stok lebaran tahun depan, dengan rencana pengiriman dimulai pada November 2025. Hal ini dapat mendukung pertumbuhan di kuartal IV 2025.

Mengingat porsi pengeluaran makanan/kapita yang signifikan di wilayah perkotaan dan pedesaan, Gapmmi tetap optimis dengan industri makanan dan minuman meskipun daya beli yang lemah saat ini telah memperlambat pertumbuhan industri. 

“Industri makanan tumbuh sebesar 6,15% yoy di kuartal II 2025 dan diperkirakan akan mencapai antara 5,9% – 6,1% di tahun fiskal 2025,” ujar Christy dan Sabela dalam risetnya, Rabu (24/9/2025). 

BRIDS juga mencatat telah terjadi pergeseran tren konsumsi saat ini. Yakni dari makan di luar dan makanan siap saji ke makanan rumahan, dengan porsi pengeluaran siap saji turun dari 32,9% pada tahun 2019 menjadi 29,7% pada tahun 2024. BRIDS meyakini hal ini mencerminkan tren konsumsi yang lemah. 

Oleh karena itu, bahan makanan pokok seperti makanan beku, bumbu dapur, air mineral, dan mi instan terus menunjukkan kinerja yang kuat. Bahkan pertumbuhannya mencapai dua digit. “Pengeluaran untuk rokok relatif stabil, sedikit meningkat dari 11,3% pada tahun 2019 menjadi 11,6% pada tahun 2024,” terang Christy dan Sabela. 

Lebih lanjut terkait dampak langsung program stimulus “8+4” terhadap konsumsi relatif terbatas. Disebutkan bahwa dampak yang lebih langsung terhadap konsumsi kemungkinan besar berasal dari program uang tunai untuk pekerjaan dan bantuan pangan. 

Sementara itu, program magang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga secara bertahap. Gapmmi meyakini Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan langkah krusial dan efektif untuk merangsang konsumsi dengan cepat.

Adapun terkait dampak program makan bergizi gratis (MBG) terhadap industri F&B, disebutkan bahwa sejauh ini dampaknya cukup positif bagi pelaku industri makanan beku (nugget) dan bumbu karena sudah digunakan dan bersumber dari pelaku industri. 

“Untuk susu, telah ada beberapa kemajuan dengan kesepakatan harga beli lebih dari Rp2.000/bungkus,” pungkas Christy dan Sabela.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) baru-baru ini mengadakan diskusi kelompok dengan Ketua Umum Gabungan Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang tren konsumen terkini di Indonesia. 

Analis BRIDS Christy Halim dan Sabela Amalina dalam riset terbarunya menjelaskan, banyak pelaku industri food and beverage (F&B) mengalami pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan pasca musim lebaran, termasuk imbal hasil saham. Permintaan sempat meningkat pada Juli 2025, tetapi kembali menurun pada Agustus 2025. 

Beberapa pelaku industri telah mulai berkoordinasi dengan perdagangan modern untuk stok lebaran tahun depan, dengan rencana pengiriman dimulai pada November 2025. Hal ini dapat mendukung pertumbuhan di Kuartal IV – 2025.

Mengingat porsi pengeluaran makanan/kapita yang signifikan di wilayah perkotaan dan pedesaan, Gapmmi tetap optimis dengan industri makanan dan minuman meskipun daya beli yang lemah saat ini telah memperlambat pertumbuhan industri. 

“Industri makanan tumbuh sebesar 6,15% yoy di kuartal II – 2025 dan diperkirakan akan mencapai antara 5,9% – 6,1% di tahun fiskal 2025,” ujar Christy dan Sabela dalam risetnya, Rabu (24/9). 

BRIDS juga mencatat telah terjadi pergeseran tren konsumsi saat ini. Yakni dari makan di luar dan makanan siap saji ke makanan rumahan, dengan porsi pengeluaran siap saji turun dari 32,9% pada tahun 2019 menjadi 29,7% pada tahun 2024. BRIDS meyakini hal ini mencerminkan tren konsumsi yang lemah. 

Oleh karena itu, bahan makanan pokok seperti makanan beku, bumbu dapur, air mineral, dan mi instan terus menunjukkan kinerja yang kuat, menunjukkan pertumbuhan dua digit.

“Pengeluaran untuk rokok relatif stabil, sedikit meningkat dari 11,3% pada tahun 2019 menjadi 11,6% pada tahun 2024,” terang Christy dan Sabela. 

Lebih lanjut terkait dampak langsung program stimulus “8+4” terhadap konsumsi relatif terbatas. Disebutkan bahwa dampak yang lebih langsung terhadap konsumsi kemungkinan besar berasal dari program uang tunai untuk pekerjaan dan bantuan pangan. 

Sementara itu, program magang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga secara bertahap. Gapmmi meyakini Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan langkah krusial dan efektif untuk merangsang konsumsi dengan cepat.

Adapun terkait dampak program makan bergizi gratis (MBG) terhadap industri F&B, disebutkan bahwa sejauh ini dampaknya cukup positif bagi pelaku industri makanan beku (nugget) dan bumbu karena sudah digunakan dan bersumber dari pelaku industri. 

“Untuk susu, telah ada beberapa kemajuan dengan kesepakatan harga beli >Rp2.000/bungkus (lebih dari Rp 2.000 per bungkus),” pungkas Christy dan Sabela.

Selanjutnya: Sinopsis One Battle After Another Dibintangi Leonardo DiCaprio, Tayang Hari Ini

Menarik Dibaca: Ada KAI MIni Expo di Stasiun Yogyakarta, Dapatkan Promo Tiket KA Hingga 30%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Tri Tito Buka Rakornas Posyandu, Tekankan Pentingnya Posyandu Dukung Implementasi Enam SPM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Ekspor Batu Bara Cs Lewat DSI Berlaku Penuh 2027

Ekspor Batu Bara Cs Lewat DSI Berlaku Penuh 2027

2026-05-22
Mengukur Efek Kebijakan DHE SDA ke Ekonomi dan Rupiah

Mengukur Efek Kebijakan DHE SDA ke Ekonomi dan Rupiah

2026-05-22
Rajungan Indonesia Lolos Standar AS

Rajungan Indonesia Lolos Standar AS

2026-05-22
Faktor Ini Jadi Pendorong Industri Herbal RI Tumbuh di Tengah Tantangan Ekonomi

Faktor Ini Jadi Pendorong Industri Herbal RI Tumbuh di Tengah Tantangan Ekonomi

2026-05-22
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Mengukur Efek Kebijakan DHE SDA ke Ekonomi dan Rupiah

Komisi XI DPR: Kondisi Rupiah Sekarang Tak Bisa Disamakan dengan Krisis Moneter 1998

2026-05-23
BRI Ingatkan Modus Penipuan KUR, Pengajuan Dipastikan Tidak Lewat Link Online

BRI Ingatkan Modus Penipuan KUR, Pengajuan Dipastikan Tidak Lewat Link Online

2026-05-23
Rupiah Ditutup Melemah, Harga Minyak dan Sikap The Fed Jadi Pemicu

Rupiah Ditutup Melemah, Harga Minyak dan Sikap The Fed Jadi Pemicu

2026-05-23
BI Pastikan Cadangan Devisa Masih Kuat Jaga Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Masih Kuat Jaga Rupiah

2026-05-23

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 21 Mei 2026: UBS hingga Galeri24 Kompak Turun, Cek di Sini

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 21 Mei 2026: UBS hingga Galeri24 Kompak Turun, Cek di Sini

2026-05-23
0
Harga Emas Antam Hari Ini 21 Mei 2026 Lebih Mahal Rp 35 Ribu, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 21 Mei 2026 Lebih Mahal Rp 35 Ribu, Cek Rincian di Sini

2026-05-23
0
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Mei 2026: Intip Termurah dan Termahal di Sini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Mei 2026: Intip Termurah dan Termahal di Sini

2026-05-23
0
Daftar Tunjangan yang Tak Masuk Gaji ke-13 ASN 2026

Daftar Tunjangan yang Tak Masuk Gaji ke-13 ASN 2026

2026-05-23
0
Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ini Pemicunya

Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Ini Pemicunya

2026-05-23
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Mengukur Efek Kebijakan DHE SDA ke Ekonomi dan Rupiah

Komisi XI DPR: Kondisi Rupiah Sekarang Tak Bisa Disamakan dengan Krisis Moneter 1998

2026-05-23
BRI Ingatkan Modus Penipuan KUR, Pengajuan Dipastikan Tidak Lewat Link Online

BRI Ingatkan Modus Penipuan KUR, Pengajuan Dipastikan Tidak Lewat Link Online

2026-05-23

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.