• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Target Bahlil Terapkan B50 pada 2026 Terancam Meleset, Ini Sebabnya

    Target Bahlil Terapkan B50 pada 2026 Terancam Meleset, Ini Sebabnya

    Harga Jagung Naik, Petani Nikmati Panen Raya Terbaik

    Harga Jagung Naik, Petani Nikmati Panen Raya Terbaik

    Kementerian ESDM Siap Melelang 110 Blok Migas

    Kementerian ESDM Siap Melelang 110 Blok Migas

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Target Bahlil Terapkan B50 pada 2026 Terancam Meleset, Ini Sebabnya

    Target Bahlil Terapkan B50 pada 2026 Terancam Meleset, Ini Sebabnya

    Harga Jagung Naik, Petani Nikmati Panen Raya Terbaik

    Harga Jagung Naik, Petani Nikmati Panen Raya Terbaik

    Kementerian ESDM Siap Melelang 110 Blok Migas

    Kementerian ESDM Siap Melelang 110 Blok Migas

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Prospek Sektor Konsumsi Barang Primer Dipandang Positif, Begini Prospek Emiten FMCG

Prospek Sektor Konsumsi Barang Primer Dipandang Positif, Begini Prospek Emiten FMCG

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-01-05
0

Prospek Sektor Konsumsi Barang Primer Dipandang Positif, Begini Prospek Emiten FMCG

wmhg.org – JAKARTA. Prospek sektor konsumsi, khususnya konsumsi barang primer (consumer non-cyclicals) memiliki prospek yang positif lantaran didukung potensi peningkatan daya beli.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto memaparkan bahwa terdapat beberapa katalis yang dapat meningkatkan daya beli, seperti kenaikan upah minimum sebesar 6,5%. Angka itu naik dari rata-rata kenaikan periode tahun 2020-2024 sebesar 4,5%.

Selanjutnya dari program makanan bergizi gratis. Menurutnya, program tersebut juga secara langsung akan bermanfaat bagi UMKM, bersamaan dengan perpanjangan 0,5% pendapatan pajak final.

Sehingga meningkatkan daya beli dikalangan masyarakat menengah ke bawah, tulisnya dalam riset Rabu (18/12).

Selain itu, sebagai bagian dari program 'quick-win' pemerintah, dengan total anggaran sebesar Rp 121 triliun untuk tahun 2025, dia berharap inisiatif-inisiatif ini dapat meningkatkan pertumbuhan PDB sebesar 0,2%. Alhasil, mendukung potensi pencapaian target pertumbuhan PDB sebesar 5,2% pada tahun fiskal 2025.

Menurut BRI, program-program itu diproyeksikan dapat menciptakan 2 juta lapangan kerja. Kemudian, rencana pembangunan 3 juta rumah dapat mendorong pertumbuhan lapangan kerja.

Baca Juga: Melihat Prospek Emiten Konsumer di Tahun 2025 Usai PPN Batal Naik

Karenanya, Natalia memproyeksikan sektor konsumsi ini akan mencapai pertumbuhan laba bersih di 2025 sebesar 6,8% YoY. Angka itu didorong oleh peningkatan volume sebesar 4,5%, dibandingkan dengan 3,8% YoY pada 2024.

Selain itu, penyesuaian rata-rata harga jual (ASP) yang lebih tinggi sebesar 1,7% atau naik dari 0,5% YoY pada 2024. Hal itu disebabkan proyeksi peningkatan biaya input untuk komoditas utama seperti CPO, kakao, dan kopi.

Dia meyakini perusahaan-perusahaan FMCG dengan pangsa pasar yang dominan akan memiliki kemampuan untuk meneruskan biaya input yang lebih tinggi dengan tetap mempertahankan pertumbuhan volume dan margin yang solid. Selain itu juga berharap bahwa eksposur ke pasar ekspor akan memberikan dukungan pertumbuhan lebih lanjut.

Kami memperkirakan sektor ini akan mempertahankan marjinnya dan mencapai pertumbuhan laba inti 2025 sebesar 9,3% YoY, terang Natalia.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo turut berpandangan positif untuk sektor ini.

Katalis dari rencana program B40 turut mendukung sektor ini, walau di sisi lain juga berpotensi menjadi tantangan apabila implementasi tidak maksimal, sambungnya.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama berpandangan bahwa secara umum kenaikan upah minimum tidak akan banyak membantu meningkatkan kembali sektor konsumsi secara umum lantaran tidak akan meningkatkan daya beli secara signifikan. Hal ini dikarenakan kenaikan upah minimum hanya sekitar 3,8% setelah memperhitungkan inflasi.

Selain itu, banyak pekerja yang tidak mendapatkan gaji sesuai undang-undang dan mereka tidak akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan upah minimum. Selain itu, kenaikan upah tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja pertumbuhan PDB di banyak provinsi, paparnya.

Baca Juga: PPN 12% Batal, Kinerja Emiten Konsumer Bakal Cerah di Tahun 2025?

Dari sisi tenaga kerja, Willy memperkirakan akan alami peningkatan secara organik seiring perkiraan PDB yang akan tumbuh 5,2% pada tahun 2025. Namun, dia mengkhawatirkan tiga aspek dari pasar tenaga kerja, yakni banyaknya pekerja informal, rendahnya penegakan upah minimum, dan penurunan usia produktif pekerja di daerah perkotaan.

Dengan kondisi itu, Maybank Sekuritas Indonesia menjagokan emiten-emiten dengan inisiatif yang kuat untuk mengembangkan bisnis mereka dan melawan para pesaing serta kepemimpinan pasar yang jelas. Willy merekomendasikan buy ICBP dan MYOR dengan target harga Rp 14.000 dan Rp 3.500.

Adapun Aziz menjagokan ICBP dengan target harga Rp 14.900. Lalu Natalia juga serupa dengan menjagokan ICBP dan MYOR, dengan target harga Rp 14.000 dan Rp 3.050.

Natalia menerangkan, dengan tidak adanya kenaikan ASP di 2024 dan harga CPO yang lebih tinggi mulai Februari, ia melihat adanya peluang penyesuaian ASP ICBP di 2025. Untuk MYOR, dirinya percaya volume penjualannya yang solid akan mengimbangi fluktuasi marjin akibat biaya input yang lebih tinggi.

Selain itu, kami percaya kontribusi besar dari pasar ekspor akan membantu memitigasi potensi volatilitas mata uang, tutupnya.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Gunung Semeru Erupsi 16 Kali Hingga Sabtu Malam, Awan Panas Guguran Terus Mengancam

Gunung Semeru Erupsi 16 Kali Hingga Sabtu Malam, Awan Panas Guguran Terus Mengancam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU

Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan

2026-02-06

KPK Benarkan OTT di Kalimantan Selatan, Enam Orang Langsung Diangkut

2025-12-19
Program 3 Juta Rumah Hidupkan Ekonomi, Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Hidupkan Ekonomi, Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

2026-04-16
KPPU Bakal Hadirkan OJK dan AFPI di Sidang Perkara Dugaan Kartel Pinjol

KPPU Bakal Hadirkan OJK dan AFPI di Sidang Perkara Dugaan Kartel Pinjol

2025-09-13
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

2026-04-17
Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

2026-04-17
Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

2026-04-17
IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

2026-04-17

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

2026-04-17
0
Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

2026-04-17
0
Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

Hippindo Pede Transaksi Inabuyer 2026 Melonjak Berkat MBG

2026-04-17
0
IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak

2026-04-17
0
Pemerintah Buka Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih, Prioritas Putra Daerah

Pemerintah Buka Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih, Prioritas Putra Daerah

2026-04-17
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini

2026-04-17
Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150

2026-04-17

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.