• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, April 10, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Status Tambang Emas Martabe di Indonesia Perkuat Potensi Pengembalian Izin

    Status Tambang Emas Martabe di Indonesia Perkuat Potensi Pengembalian Izin

    Rumah Tapak Harga Rp 600 Juta-Rp 1,3 Miliar di Jabodetabek Paling Diminati

    Rumah Tapak Harga Rp 600 Juta-Rp 1,3 Miliar di Jabodetabek Paling Diminati

    Sebanyak 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Elektrifikasi Sektor Primer PLN

    Sebanyak 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Elektrifikasi Sektor Primer PLN

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Status Tambang Emas Martabe di Indonesia Perkuat Potensi Pengembalian Izin

    Status Tambang Emas Martabe di Indonesia Perkuat Potensi Pengembalian Izin

    Rumah Tapak Harga Rp 600 Juta-Rp 1,3 Miliar di Jabodetabek Paling Diminati

    Rumah Tapak Harga Rp 600 Juta-Rp 1,3 Miliar di Jabodetabek Paling Diminati

    Sebanyak 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Elektrifikasi Sektor Primer PLN

    Sebanyak 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Elektrifikasi Sektor Primer PLN

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Prospek Sektor Konsumsi Barang Primer Dipandang Positif, Begini Prospek Emiten FMCG

Prospek Sektor Konsumsi Barang Primer Dipandang Positif, Begini Prospek Emiten FMCG

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-01-05
0

Prospek Sektor Konsumsi Barang Primer Dipandang Positif, Begini Prospek Emiten FMCG

wmhg.org – JAKARTA. Prospek sektor konsumsi, khususnya konsumsi barang primer (consumer non-cyclicals) memiliki prospek yang positif lantaran didukung potensi peningkatan daya beli.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto memaparkan bahwa terdapat beberapa katalis yang dapat meningkatkan daya beli, seperti kenaikan upah minimum sebesar 6,5%. Angka itu naik dari rata-rata kenaikan periode tahun 2020-2024 sebesar 4,5%.

Selanjutnya dari program makanan bergizi gratis. Menurutnya, program tersebut juga secara langsung akan bermanfaat bagi UMKM, bersamaan dengan perpanjangan 0,5% pendapatan pajak final.

Sehingga meningkatkan daya beli dikalangan masyarakat menengah ke bawah, tulisnya dalam riset Rabu (18/12).

Selain itu, sebagai bagian dari program 'quick-win' pemerintah, dengan total anggaran sebesar Rp 121 triliun untuk tahun 2025, dia berharap inisiatif-inisiatif ini dapat meningkatkan pertumbuhan PDB sebesar 0,2%. Alhasil, mendukung potensi pencapaian target pertumbuhan PDB sebesar 5,2% pada tahun fiskal 2025.

Menurut BRI, program-program itu diproyeksikan dapat menciptakan 2 juta lapangan kerja. Kemudian, rencana pembangunan 3 juta rumah dapat mendorong pertumbuhan lapangan kerja.

Baca Juga: Melihat Prospek Emiten Konsumer di Tahun 2025 Usai PPN Batal Naik

Karenanya, Natalia memproyeksikan sektor konsumsi ini akan mencapai pertumbuhan laba bersih di 2025 sebesar 6,8% YoY. Angka itu didorong oleh peningkatan volume sebesar 4,5%, dibandingkan dengan 3,8% YoY pada 2024.

Selain itu, penyesuaian rata-rata harga jual (ASP) yang lebih tinggi sebesar 1,7% atau naik dari 0,5% YoY pada 2024. Hal itu disebabkan proyeksi peningkatan biaya input untuk komoditas utama seperti CPO, kakao, dan kopi.

Dia meyakini perusahaan-perusahaan FMCG dengan pangsa pasar yang dominan akan memiliki kemampuan untuk meneruskan biaya input yang lebih tinggi dengan tetap mempertahankan pertumbuhan volume dan margin yang solid. Selain itu juga berharap bahwa eksposur ke pasar ekspor akan memberikan dukungan pertumbuhan lebih lanjut.

Kami memperkirakan sektor ini akan mempertahankan marjinnya dan mencapai pertumbuhan laba inti 2025 sebesar 9,3% YoY, terang Natalia.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo turut berpandangan positif untuk sektor ini.

Katalis dari rencana program B40 turut mendukung sektor ini, walau di sisi lain juga berpotensi menjadi tantangan apabila implementasi tidak maksimal, sambungnya.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama berpandangan bahwa secara umum kenaikan upah minimum tidak akan banyak membantu meningkatkan kembali sektor konsumsi secara umum lantaran tidak akan meningkatkan daya beli secara signifikan. Hal ini dikarenakan kenaikan upah minimum hanya sekitar 3,8% setelah memperhitungkan inflasi.

Selain itu, banyak pekerja yang tidak mendapatkan gaji sesuai undang-undang dan mereka tidak akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan upah minimum. Selain itu, kenaikan upah tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja pertumbuhan PDB di banyak provinsi, paparnya.

Baca Juga: PPN 12% Batal, Kinerja Emiten Konsumer Bakal Cerah di Tahun 2025?

Dari sisi tenaga kerja, Willy memperkirakan akan alami peningkatan secara organik seiring perkiraan PDB yang akan tumbuh 5,2% pada tahun 2025. Namun, dia mengkhawatirkan tiga aspek dari pasar tenaga kerja, yakni banyaknya pekerja informal, rendahnya penegakan upah minimum, dan penurunan usia produktif pekerja di daerah perkotaan.

Dengan kondisi itu, Maybank Sekuritas Indonesia menjagokan emiten-emiten dengan inisiatif yang kuat untuk mengembangkan bisnis mereka dan melawan para pesaing serta kepemimpinan pasar yang jelas. Willy merekomendasikan buy ICBP dan MYOR dengan target harga Rp 14.000 dan Rp 3.500.

Adapun Aziz menjagokan ICBP dengan target harga Rp 14.900. Lalu Natalia juga serupa dengan menjagokan ICBP dan MYOR, dengan target harga Rp 14.000 dan Rp 3.050.

Natalia menerangkan, dengan tidak adanya kenaikan ASP di 2024 dan harga CPO yang lebih tinggi mulai Februari, ia melihat adanya peluang penyesuaian ASP ICBP di 2025. Untuk MYOR, dirinya percaya volume penjualannya yang solid akan mengimbangi fluktuasi marjin akibat biaya input yang lebih tinggi.

Selain itu, kami percaya kontribusi besar dari pasar ekspor akan membantu memitigasi potensi volatilitas mata uang, tutupnya.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Gunung Semeru Erupsi 16 Kali Hingga Sabtu Malam, Awan Panas Guguran Terus Mengancam

Gunung Semeru Erupsi 16 Kali Hingga Sabtu Malam, Awan Panas Guguran Terus Mengancam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Kementerian ESDM Terapkan DMO Batubara 30% untuk Jenis Tambang Batubara Ini

Kementerian ESDM Terapkan DMO Batubara 30% untuk Jenis Tambang Batubara Ini

2026-02-11
Harga Minyak Dunia Tersungkur Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan

Harga Minyak Dunia Tersungkur Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan

2026-04-09
Heboh Likuidasi FARTCOIN, Investor Kehilangan Rp 51 Miliar dalam 4 Jam

Heboh Likuidasi FARTCOIN, Investor Kehilangan Rp 51 Miliar dalam 4 Jam

2026-04-10
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Kolaborasi Pegadaian dan SMBC Corporation Perluas Akses Pembiayaan Global

BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Kolaborasi Pegadaian dan SMBC Corporation Perluas Akses Pembiayaan Global

2026-04-10
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance \’Global 500 2026\’

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance \’Global 500 2026\’

2026-04-10
Rupiah Melemah ke Rp 17.030, Konflik Israel-Lebanon Masih Jadi Penekan

Rupiah Melemah ke Rp 17.030, Konflik Israel-Lebanon Masih Jadi Penekan

2026-04-10
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Kolaborasi Pegadaian dan SMBC Corporation Perluas Akses Pembiayaan Global

BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Kolaborasi Pegadaian dan SMBC Corporation Perluas Akses Pembiayaan Global

2026-04-10
Kisah Madinah Salma, Perempuan Difabel yang Bangun Brand Fashion Berdaya Saing bersama LinkUMKM BRI

Kisah Madinah Salma, Perempuan Difabel yang Bangun Brand Fashion Berdaya Saing bersama LinkUMKM BRI

2026-04-10

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Prabowo Dorong Energi Terbarukan, Krisis Global Jadi Peluang Indonesia

Prabowo Dorong Energi Terbarukan, Krisis Global Jadi Peluang Indonesia

2026-04-10
0
Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Amankan Pasokan Minyak

Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Amankan Pasokan Minyak

2026-04-10
0
Jurus Prabowo Tarik Investasi Asing Melalui Pusat Finansial Khusus

Jurus Prabowo Tarik Investasi Asing Melalui Pusat Finansial Khusus

2026-04-10
0
World Bank: Geopolitik Memanas dan Energi Mahal Bikin Ekonomi Asia Timur-Pasifik Tertekan

World Bank: Geopolitik Memanas dan Energi Mahal Bikin Ekonomi Asia Timur-Pasifik Tertekan

2026-04-10
0
Mentan Amran Geram, Gula Rafinasi Banjir ke Pasaran Bikin Produksi Lokal Tak Laku

Mentan Amran Geram, Gula Rafinasi Banjir ke Pasaran Bikin Produksi Lokal Tak Laku

2026-04-10
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance \’Global 500 2026\’

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance \’Global 500 2026\’

2026-04-10
Rupiah Melemah ke Rp 17.030, Konflik Israel-Lebanon Masih Jadi Penekan

Rupiah Melemah ke Rp 17.030, Konflik Israel-Lebanon Masih Jadi Penekan

2026-04-10

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.