• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    GAIKINDO Optimistis Industri Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Kendaraan Pick-up

    GAIKINDO Optimistis Industri Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Kendaraan Pick-up

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    GAIKINDO Optimistis Industri Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Kendaraan Pick-up

    GAIKINDO Optimistis Industri Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Kendaraan Pick-up

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Menakar Potensi Dividen Ketika Kinerja Pasar Saham Memburuk, Begini Saran Analis

Menakar Potensi Dividen Ketika Kinerja Pasar Saham Memburuk, Begini Saran Analis

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-02-28
0

Menakar Potensi Dividen Ketika Kinerja Pasar Saham Memburuk, Begini Saran Analis

wmhg.org – JAKARTA. Kinerja pasar saham yang tengah lesu saat ini membuat imbal hasil dividen bisa menjadi salah satu pelipur lara para investor yang portofolionya memerah.

Kemarin, Kamis (27/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 120,73 poin atau 1,83% ke 6.485 ke 6.485,44 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Arus dana asing keluar dari pasar saham tercatat mencapai Rp 1,78 triliun.

IHSG juga sudah turun 8,40% sejak awal tahun 2025 alias year to date (YTD). Aliran keluar dana asing tercatat sebesar Rp 15,42 triliun secara YTD.

Di tengah kondisi pasar yang lemah, emiten yang konstan memberikan dividen bisa menjadi pilihan investor. Namun, pasar pun juga bingung lantaran kinerja Indeks High Dividend20 (IDXHDIV20) sudah terkoreksi 10,19% YTD. 

Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan melihat, kinerja harian IDX HDIV20 dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti dinamika makroekonomi, terutama kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan pemerintah. 

Bank Indonesia (BI) tengah mempertahankan suku bunga acuan pada level yang relatif tinggi untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas rupiah. Namun, suku bunga tinggi ini berpotensi menekan daya beli dan pertumbuhan ekonomi.

“Hal itu pada akhirnya dapat membebani kinerja saham-saham dividen tinggi, terutama di sektor perbankan dan konsumer,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (27/2).

Selain itu, juga ada kebijakan Danantara yang menjadikan investor masih wait and see dampaknya ke pasar. Sementara, sentimen dari luar berasal dari ketidakjelasan kebijakan suku bunga The Fed serta perlambatan ekonomi China menekan aliran modal ke emerging markets, termasuk Indonesia.

“Pelemahan pasar saham dan IDX HDIV20 juga terpengaruh downgrade rating dari Morgan Stanley,” paparnya.

Felix menjelaskan, IDX HDIV20 terdiri dari 20 saham dengan dividen tinggi yang sering dianggap menarik bagi investor mencari pendapatan stabil. 

Di tengah kondisi pasar lesu, saham-saham dengan dividen tinggi dapat menawarkan imbal hasil lebih konsisten dibandingkan saham yang mengandalkan pertumbuhan harga. 

“Namun, relevansi sebagai acuan investasi bergantung pada profil risiko dan tujuan investasi individu,” ungkapnya.

Lesunya pasar juga dapat menjadi momentum bagi investor untuk mengakumulasi saham-saham undervalued dengan fundamental kuat, termasuk konstituen IDX HDIV20.

“Asalkan dilakukan dengan analisis mendalam dan pertimbangan risiko yang matang,” katanya.

Menurut Felix, prospek kinerja masing-masing konstituen IDX HDIV20 pada tahun 2025 dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kinerja keuangan perusahaan, kondisi industri, dan ekonomi makro. 

“Masuknya anggota baru dalam indeks pasca-rebalancing dapat membawa dinamika baru, baik positif maupun negatif, tergantung pada performa dan stabilitas dividen emiten tersebut,” ungkapnya.

Per Februari 2025, IDX HDIV20 juga baru melakukan kocok ulang alias rebalancing. Saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank CIMB Niaga TBk (BNGA) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) masuk ke indeks ini. 

Selain keempat saham itu, ada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan terakhir ada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). 

Empat saham itu menggantikan posisi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). 

Posisi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga tersingkir dari indeks IDX High Dividend20. 

Head of Investment Specialist PT Maybank Sekuritas Indonesia Fath Aliansyah Budiman melihat, sejauh ini saham-saham IDX HDIV20 masih belum menunjukkan momentum positif. Secara pergerakan grafik juga memperlihatkan potensi penurunan yang masih berlanjut. 

“Belum ada titik support yang menjaga penurunan untuk saham-saham, seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBCA dan TLKM,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (27/2).

Alhasil, saat ini ada baiknya investor masuk secara bertahap sambil menunggu hasil keputusan dividen dan RUPS di bulan Maret nanti, terutama untuk saham perbankan.

Di tengah kondisi seperti ini, Fath melihat sektor perbankan saat ini masih menarik secara imbal hasil dividen. 

Sayangnya, tingginya dividend yield tidak menjamin suatu saham pergerakannya berhenti menurun. Artinya, dividend yield yang besar tak terlalu menghibur, karena portofolio investor masih merah dalam jangka waktu yang tidak tentu.

“Untuk bisa mitigasi risiko, ada baiknya pembelian secara bertahap,” paparnya.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila melihat, pembagian dividen bisa menjadi hal yang menarik untuk para investor walaupun portofolio mereka mengalami kerugian (loss).

Terkait imbas dividen emiten BUMN yang diinvestasikan ke Danantara, Indy melihat hal itu tak akan terpengaruh ke raihan investor retail

“Tapi, penting bagi investor untuk selektif memilih saham dan membeli saat harga rendah alias support,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (27/2).

Di sisi lain, kinerja IDX HDIV20 sebenarnya juga masih cukup tertekan juga. Sentimen negatif berasal dari keadaan baru-baru ini, yaitu MSCI yang memangkas peringkat pasar saham Indonesia. Selain itu, masih tingginya volatilitas pasar saham karena sentimen global juga memengaruhi kinerja indeks.

“Isu dari domestik datang dari pemantauan program-program kerja pemerintahan baru Indonesia yang masih perlu dipantau implementasinya,” katanya.

Emiten yang cukup menjadi pemberat datang dari perbankan seperti BBRI, BBCA, BBNI, BMRI yang turun cukup dalam.

”Sedangkan, emiten yang menjadi pendorong indeks adalah emiten dari sektor energi, seperti AKRA, UNTR, ITMG,” ungkapnya.

Menurut Indy, emiten-emiten di indeks IDX HDIV20 masih menarik untuk dikoleksi ketika pasar sedang lesu. Sebab, saham-saham ini konsisten membagi dividen dan juga menawarkan dividend yield yang tinggi, sehingga investor bisa mengambil momentum tersebut untuk mendapatkan dividen juga.

Untuk sekarang, IDX HDIV20 masih dibayangi oleh ketidakpastian pasar. Namun, prospek dari masing-masing emiten ini masih perlu dipantau secara fundamentalnya yang masih kuat dan dapat mendorong kinerja indeks. 

“Ada beberapa saham yang memiliki potensi untuk tumbuh seperti PGAS, JPFA, INDF,” tuturnya.

Indy pun menyarankan investor untuk memilih sejumlah saham dengan price to earning ratio (PER). Yaitu, ASII dengan target harga Rp 5.000 per saham,AKRA Rp 1.460 per saham, UNTR Rp 26.000 per saham, dan ACES Rp 800 per saham.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
CEK FAKTA: Bupati Brebes Dipecat Megawati Karena Ikuti Retret di Magelang

CEK FAKTA: Bupati Brebes Dipecat Megawati Karena Ikuti Retret di Magelang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
GAIKINDO Optimistis Industri Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Kendaraan Pick-up

GAIKINDO Optimistis Industri Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Kendaraan Pick-up

2026-02-27
Deadline Lapor SPT: Coretax Tak Bisa Diakses, Warga Serbu Kantor Pajak

Deadline Lapor SPT: Coretax Tak Bisa Diakses, Warga Serbu Kantor Pajak

2026-05-01
Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan Hari Ini 30 April 2026, Brent Sentuh USD 120

Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan Hari Ini 30 April 2026, Brent Sentuh USD 120

2026-05-01
Kemenkeu Pastikan Pengelolaan Aset Sitaan Tanpa Lelang Diawasi Ketat

Kemenkeu Pastikan Pengelolaan Aset Sitaan Tanpa Lelang Diawasi Ketat

2026-05-01
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Rupiah Kemarin Tembus Rp 17.326 per Dolar AS, Hari Ini Makin Dalam

Rupiah Kemarin Tembus Rp 17.326 per Dolar AS, Hari Ini Makin Dalam

2026-05-01
Cek Nilai Tukar Dolar ke Rupiah di Bank Hari Ini, Ada yang Capai Rp 17.530

Cek Nilai Tukar Dolar ke Rupiah di Bank Hari Ini, Ada yang Capai Rp 17.530

2026-05-01
Di Tengah Gejolak Geopolitik dan Ekonomi Global, BRI Optimistis Kinerja 2026 On Track

Di Tengah Gejolak Geopolitik dan Ekonomi Global, BRI Optimistis Kinerja 2026 On Track

2026-05-01
Sah, Beli Oleh-oleh di China Bisa Pakai QRIS

Sah, Beli Oleh-oleh di China Bisa Pakai QRIS

2026-05-01

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
21 RSUD Naik Kelas Bulan Depan, Bakal Diresmikan Prabowo

21 RSUD Naik Kelas Bulan Depan, Bakal Diresmikan Prabowo

2026-05-01
0
Prabowo Bakal Ikut May Day 2026, Qodari: Bukti Pemerintah Bersama Buruh

Prabowo Bakal Ikut May Day 2026, Qodari: Bukti Pemerintah Bersama Buruh

2026-05-01
0
Harta Pemilik Green SM, Ternyata Orang Terkaya Se-Asia Tenggara

Harta Pemilik Green SM, Ternyata Orang Terkaya Se-Asia Tenggara

2026-05-01
0
Buruh Sampaikan 11 Isu di May Day 2026, Sebagian Sudah Direspons Presiden

Buruh Sampaikan 11 Isu di May Day 2026, Sebagian Sudah Direspons Presiden

2026-05-01
0
UEA Bakal Keluar dari OPEC, Ada Anggota Lain yang Menyusul?

UEA Bakal Keluar dari OPEC, Ada Anggota Lain yang Menyusul?

2026-05-01
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Rupiah Kemarin Tembus Rp 17.326 per Dolar AS, Hari Ini Makin Dalam

Rupiah Kemarin Tembus Rp 17.326 per Dolar AS, Hari Ini Makin Dalam

2026-05-01
Cek Nilai Tukar Dolar ke Rupiah di Bank Hari Ini, Ada yang Capai Rp 17.530

Cek Nilai Tukar Dolar ke Rupiah di Bank Hari Ini, Ada yang Capai Rp 17.530

2026-05-01

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.