Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memproyeksikan kinerja perseroan pada 2026 tetap berada dalam jalur yang telah ditetapkan, meski di tengah dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari menyampaikan bahwa perseroan telah menetapkan proyeksi pertumbuhan yang cenderung moderat untuk tahun ini, dengan mempertimbangkan berbagai faktor eksternal.
BACA JUGA:Pria di India Bawa Kerangka Kakaknya ke Bank, Protes Birokrasi Pencairan Dana
BACA JUGA:Deretan Hoaks Seputar Undian Berhadiah Bank Daerah, Simak Faktanya
BACA JUGA:Libur Panjang Tetap Hemat, Dompet Digital Ini Bebaskan Biaya Transfer ke Bank dan E-Wallet Lain
“Secara umum sebenarnya di tahun 2026 guidance pertumbuhan yang kami sampaikan itu memang cukup moderat ya. Jadi kalau teman-teman lihat itu loan growth itu kita berikan guidance estimasi kami akan tumbuh 7-9% year on year. Kami lihat bahwa sampai dengan kinerja BRI di bulan Maret 2026 itu masih di jalur yang sesuai dengan rencana bisnis yang telah kami buat sebelumnya,” ujar Viviana dalam Konferensi Pers, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi fundamental ekonomi domestik yang relatif stabil menjadi salah satu faktor pendukung keyakinan tersebut. Konsumsi masyarakat serta aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai masih konsisten menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sehingga memang kalau kita lihat kondisi saat ini termasuk guidance yang kami berikan, kami belum merasa adanya kebutuhan untuk melakukan revisi terhadap rencana bisnis bank. Tetapi memang kami akan tetap alert, tetap melihat situasi sehingga kami dapat bersikap lebih adaptif terhadap perkembangan kondisi eksternal terutama dan kami akan melakukan penyesuaian apabila nanti memang kami rasa diperlukan,” jelasnya.
BRI menegaskan akan terus mencermati perkembangan kondisi global dan domestik guna menjaga kinerja tetap optimal, sekaligus memastikan fleksibilitas dalam merespons perubahan yang terjadi.



/2023/02/23/301490227.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4604009/original/088733100_1696838759-WhatsApp_Image_2023-10-09_at_13.31.08__1_.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
/2025/12/02/1778127410.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570481/original/055024800_1777527657-IMG_4124.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569948/original/053457700_1777463717-1000304446.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568509/original/009151800_1777361366-Taksi_Green_SM-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/866094/original/031214800_1430464562-Petugas4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/876774/original/009328100_1431659143-OPEC_2.jpg)