• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, September 20, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pemerintah Bertemu Petani Kelapa Sawit, Bahas Kekhawatiran Penurunan Harga

    Pemerintah Bertemu Petani Kelapa Sawit, Bahas Kekhawatiran Penurunan Harga

    Linktown Perluas Ekspansi Properti ke Semarang

    Linktown Perluas Ekspansi Properti ke Semarang

    Danau Cihuni Percantik Gading Serpong, Jadi Magnet Baru Hunian Mewah

    Danau Cihuni Percantik Gading Serpong, Jadi Magnet Baru Hunian Mewah

    Strategi Metland (MLTA) pada 2026: Siapkan Ekspansi Hotel, Residensial, dan Komersial

    Strategi Metland (MLTA) pada 2026: Siapkan Ekspansi Hotel, Residensial, dan Komersial

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Pemerintah Bertemu Petani Kelapa Sawit, Bahas Kekhawatiran Penurunan Harga

    Pemerintah Bertemu Petani Kelapa Sawit, Bahas Kekhawatiran Penurunan Harga

    Linktown Perluas Ekspansi Properti ke Semarang

    Linktown Perluas Ekspansi Properti ke Semarang

    Danau Cihuni Percantik Gading Serpong, Jadi Magnet Baru Hunian Mewah

    Danau Cihuni Percantik Gading Serpong, Jadi Magnet Baru Hunian Mewah

    Strategi Metland (MLTA) pada 2026: Siapkan Ekspansi Hotel, Residensial, dan Komersial

    Strategi Metland (MLTA) pada 2026: Siapkan Ekspansi Hotel, Residensial, dan Komersial

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Melemah Sejak Semester I, Cermati Katalis Pergerakan Rupiah di Penghujung Tahun

Melemah Sejak Semester I, Cermati Katalis Pergerakan Rupiah di Penghujung Tahun

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-10-11
0

Melemah Sejak Semester I, Cermati Katalis Pergerakan Rupiah di Penghujung Tahun

wmhg.org – JAKARTA. Sejak akhir semester I 2024, valuasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan. Bahkan pada 25 September 2024, mata uang Garuda sempat menyentuh rekor terendahnya sejak awal tahun pada Rp 15.102. Analis melihat penguatan indeks dollar menjadi salah satu penyebab pelemahan rupiah. 

Dilansir dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (10/10) rupiah berada di level Rp 15.658 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,33% dari sehari sebelumnya. 

Begitupun di pasar spot rupiah ditutup di level Rp 15.678 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,31% dari sehari sebelumnya. 

Ekonom Bank BCA, David Sumual mengatakan penggerak utama pergerakan rupiah adalah faktor eksternal, termasuk juga ekspektasi bahwa The Fed akan terus melonggarkan kebijakan moneternya. 

Jika skenario soft landing terjadi dan penurunan suku bunga dilakukan secara bertahap, mata uang pasar berkembang (EM) termasuk rupiah diperkirakan akan stabil dan menguat, kata David kepada KONTAN, Kamis (10/10). 

Tapi kenyataannya, data ekonomi AS yang dirilis minggu lalu menunjukkan ekonomi AS masih cukup kuat. Data non-farm payroll yang melebihi ekspektasi mengindikasikan pasar tenaga kerja yang solid, sehingga mata uang EM, termasuk rupiah, berbalik melemah.

Analis Senior Bank Mandiri, Reny Eka Putrif menambahkan, ketegangan geopolitik akhir-akhir ini juga meningkat. Pasar pun mulai beralih ke aset safe haven seperti dolar AS, oleh sebab itu aliran dana ke AS masuk semakin tinggi. 

Di periode yang sama, tingkat pengangguran AS juga kembali menurun menjadi 4,1%.

Selain itu pasar juga memperkirakan The Fed akan mengambil sikap kebijakan suku bunga yang lebih konservatif ke depannya. Ini karena sikap Jerome Powell, dalam pidatonya yang memberi sinyal pemotongan suku bunga berikutnya kemungkinan akan lebih kecil dari September 2024 lalu. 

Ditambah lagi jika AS dapat menjaga inflasi 2% atau bahkan lebih rendah, maka The Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunga dua kali lagi hanya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan harga. Dengan demikian faktor ini dapat mendorong dana masuk ke AS. 

Para pembuat kebijakan mungkin akan melihat penurunan suku bunga dua kali lagi untuk mendukung perekonomian sambil menjaga stabilitas harga tahun ini, kata Reni kepada KONTAN, Kamis (10/10).

Selaras, Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana juga mengatakan bahwa depresiasi rupiah lebih karena faktor eksternal dibanding domestik.

Apalagi beberapa bank sentral seperti Bank of England (BOE), European Central Bank (ECB), dan People's Bank of China (PBOC) diperkirakan menurunkan suku bunga lebih besar daripada The Fed. Hal ini berpotensi mendorongan dana kembali ke AS. 

Sementara faktor dalam negeri, pelaku pasar mengambil sikap wait and see menjelang rilis kabinet baru. Kendati demikian hal tersebut bukan faktor utama rupiah tertekan. 

Begitupun secara fundamental rupiah, meskipun deflasi terjadi selama 5 bulan berturut-turut. Namun menurut Fikri kondisi tersebut justru berdampak ke membesarnya real yield SUN 10 tahun. 

Dengan begitu mendorong kenaikan permintaan SUN atau aset class lainnya di Indonesia. Faktor ini justru mendorong capital inflow dan berpotensi membuat rupiah terapresiasi. Tetapi pada kenyataannya rupiah terus terdepresiasi, ini semakin menunjukan bahwa indeks dolar sangat kuat belakangan ini menjadi faktornya. 

Menurut Fikri batas psikologis rupiah ada di level resistance di Rp 16.000 dan support di Rp 15.200. Namun, secara umum, Fikri menilai Rupiah berada di kisaran Rp 15.400 hingga Rp 15.500 agar lebih mendukung portofolio, dan kondisi sektor ril Indonesia.

Fikri bilang jika risiko geopolitik global mereda, seperti yang terjadi pada beberapa waktu belakangan, ketika Rupiah sempat menguat hingga Rp 15.100-an tanpa adanya perbaikan fundamental yang signifikan maka ke depan rupiah masih sanggup tidak terpental ke atas 15.700-an.

Untuk akhir tahun, Fikri memperkirakan Rupiah akan berada di level sekitar Rp 15.490 per dolar AS yang artinya lebih kuat dibanding rupiah saat ini. Namun, dengan catatan adanya penurunan suku bunga The Fed dua kali lagi, tensi geopolitik menurun, dan tidak ada kejutan besar dari pemilu AS.

Sementara Reny bilang, untuk memitigasi volatilitas eksternal maka Bank Indonesia akan melanjutkan intervensi rangkap tiga dan optimalisasi lelang SRBI, SVBI, dan SUVBI untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan menyerap aliran modal. 

Dengan asumsi kebijakan the Fed akan menurunkan Fed Funds Rate menjadi 4,5%, BI Rate menjadi 5,75%, dan potensi berlanjutnya aliran modal ke pasar domestik, Reny memperkirakan rupiah berada di kisaran Rp 15.400 – Rp 15.700 per USD dan yield obligasi acuan domestik berada pada kisaran 6,4 – 6,6% pada akhir tahun 2024.

Sementara David meyakini dengan data AS yang berpotensi membaik, maka rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 15.400- Rp 15.800 per dolar AS. 

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Gandeng Sidra Capital, BPKH Limited Dipercaya Mengelola Lima Hotel di Arab Saudi

Gandeng Sidra Capital, BPKH Limited Dipercaya Mengelola Lima Hotel di Arab Saudi

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Simak Prospek Kinerja dan Rekomendasi Saham untuk Emiten CPO

Simak Prospek Kinerja dan Rekomendasi Saham untuk Emiten CPO

2024-08-05
Masih Punya Landbank Luas, Kawasan Modernland Cikande Siap Terus Jaring Investor

Masih Punya Landbank Luas, Kawasan Modernland Cikande Siap Terus Jaring Investor

2024-12-08
Marcelino Kartu Merah, Indonesia Gagal Merebut Poin Penuh Lawan Laos di Solo

Marcelino Kartu Merah, Indonesia Gagal Merebut Poin Penuh Lawan Laos di Solo

2024-12-12
Rupiah Diproyeksi Melanjutkan Pelemahan pada Selasa (4/2), Simak Sentimennya

Rupiah Diproyeksi Melanjutkan Pelemahan pada Selasa (4/2), Simak Sentimennya

2025-02-04
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Tekanan Minyak Mereda

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Tekanan Minyak Mereda

2026-09-20
Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-20
Harga Perak Antam Hari Ini 19 September 2026 Naik Rp 500

Harga Perak Antam Hari Ini 19 September 2026 Naik Rp 500

2026-09-20
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Melambung

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Melambung

2026-09-20

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Vitalik Buterin Ungkap 90% Kekayaannya Bergantung Keamanan Kripto

Vitalik Buterin Ungkap 90% Kekayaannya Bergantung Keamanan Kripto

2026-09-20
0
Harga Bitcoin 19 September 2026 Kembali Sentuh Rp 1,44 Miliar

Harga Bitcoin 19 September 2026 Kembali Sentuh Rp 1,44 Miliar

2026-09-20
0
Bos Coinbase Soal RUU Kripto Gagal: Masih Ada Jalan Lain

Bos Coinbase Soal RUU Kripto Gagal: Masih Ada Jalan Lain

2026-09-20
0
Pasar Kripto Melemah, Bos Tokocrypto Optimistis Bull Market Segera Hadir

Pasar Kripto Melemah, Bos Tokocrypto Optimistis Bull Market Segera Hadir

2026-09-20
0
Clarity Act Gagal di Senat, CFTC Kirim Rancangan Aturan Kripto ke Gedung Putih

Clarity Act Gagal di Senat, CFTC Kirim Rancangan Aturan Kripto ke Gedung Putih

2026-09-20
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Tekanan Minyak Mereda

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Tekanan Minyak Mereda

2026-09-20
Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-20

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.