Jakarta – Chairman B57+ Asia Pasifik atau Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasifik, Arsjad Rasjid menegaskan, konsep halal kini telah melampaui batas tradisional yang selama ini identik dengan produk pangan. Halal, menurut dia, telah berkembang menjadi gaya hidup yang bertumpu pada nilai kepercayaan, kualitas, dan integritas.
Perkembangan tersebut membuat standar halal semakin relevan di berbagai sektor, mulai dari fesyen, layanan kesehatan, hingga logistik dan keuangan syariah. Di sejumlah negara, tren ini bahkan terlihat nyata dalam pertumbuhan pariwisata halal dan penguatan rantai pasok berbasis prinsip syariah.
BACA JUGA:Nilai Ekonomi Halal Global Diprediksi Tembus Rp 51.419 Triliun
BACA JUGA:KEK Industri Halal Sidoarjo Jadi Incaran Investor Global
BACA JUGA:Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Kantongi Sertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026
“Halal tidak terbatas pada urusan pangan. Halal adalah lifestyle, yang berakar pada kepercayaan, kualitas, dan integritas yang kini menjadi standar yang relevan di berbagai sektor, dari fesyen dan kesehatan hingga logistik dan keuangan syariah,” ujarnya dalam Halalbihalal B57+ di Masjid Istiqlal, Rabu (22/4/2026).
Arsjad menyebut, ekonomi halal kini menjadi “bahasa bisnis” yang bersifat universal. Artinya, sektor ini tidak hanya ditujukan bagi komunitas Muslim, tetapi juga diterima secara luas karena menawarkan nilai transparansi dan jaminan kualitas.
Namun, ia mengingatkan, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi manfaat ekonomi. Salah satu tantangan utama adalah belum kuatnya konektivitas antarnegara, khususnya di antara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan mitra strategisnya.
“Kita melihat ini terjadi di seluruh dunia, di sektor pariwisata, supply chain, hingga keuangan syariah yang berkembang pesat di berbagai negara. Ekonomi halal adalah bahasa bisnis yang semakin universal-inklusif, tumbuh, dan relevan bagi semua,” ungkapnya.


/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2025/10/22/1390853416.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5204223/original/097954100_1745994907-IMG-20250430-WA0006.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433099/original/004218300_1764834401-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-4_Desember_2025.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563080/original/090654600_1776846991-1000296431.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4924083/original/020178500_1724226549-Screenshot_20240821_140319_Samsung_Notes.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4448954/original/060147200_1685534946-20230531-Jadwal-KRL-Commuterline-Tallo-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)