Jakarta – Harga emas turun pada Senin, (11/5/2026) seiring kemajuan negosiasi perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran yang lambat mendorong harga minyak tinggi. Hal ini memicu kekhawatiran inflasi yang tinggi dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu lebih lama. Lalu bagaimana harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas pada awal pekan ini?
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,6% menjadi USD 4.684,32 per ounce pada pukul 02.23 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni susut 0,8% menjadi USD 4.692,70.
BACA JUGA:Data Ekonomi Amerika Serikat dan Domestik jadi Perhatian Pekan Ini
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Melesat Usai Rilis Data Pekerjaan Amerika Serikat
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Perkasa Tersengat Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran
BACA JUGA:Rupiah Sempat Sentuh 17.400, Data Inflasi Indonesia jadi Sorotan
Dolar AS menguat, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu menolak tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk pembicaraan perdamaian, menghancurkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dan mendorong kenaikan harga energi global.
“Pada dasarnya kita melihat memudarnya harapan akan kesepakatan (perdamaian) yang akan segera terjadi, dan emas merasakan tekanan dari kenaikan harga minyak mentah yang kembali terjadi,” ujar Kepala Analis di KCM Trade, Tim Waterer.
Harga minyak melonjak karena Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, sehingga pasokan energi global tetap ketat.
Kenaikan harga minyak mentah berisiko mendorong inflasi lebih tinggi, meningkatkan prospek kenaikan suku bunga. Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga tinggi cenderung membebani aset yang tidak menghasilkan imbal hasil ini.



/2024/05/31/2056349972.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1932273/original/053391600_1519472252-Properti-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672155/original/069131700_1778470697-Superbank_menghadirkan_Kartu_Untung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672273/original/039713700_1778475023-sp-2810126.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4424749/original/064202100_1683862117-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)