Jakarta – Mayoritas masyarakat Indonesia menilai sektor perbankan memiliki peran besar terhadap perubahan iklim, terutama jika terus menyalurkan pembiayaan kepada proyek tambang dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara. Bahkan, sebagian masyarakat menyatakan siap meninggalkan bank yang masih mendanai proyek batu bara baru.
Hal itu terungkap dalam laporan bertajuk Banks and Coal Financing: Public Perception Survey across Indonesia, Malaysia, and Singapore yang dirilis pada Selasa (19/5/2026). Survei dilakukan oleh YouGov terhadap 4.000 responden di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan 2.000 responden berasal dari Indonesia.
BACA JUGA:BI Optimistis Kredit Tumbuh Dua Digit
BACA JUGA:USD Hari Ini di Bank Masih Rp 17.700, Analis Proyeksikan Makin Melemah
BACA JUGA:Beda Tuntutan Hukuman 3 Prajurit TNI di Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Hasil survei menunjukkan sekitar 60% masyarakat Indonesia atau tiga dari lima responden menilai aktivitas perbankan memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan iklim apabila terus mendanai tambang maupun pembangunan PLTU batu bara.
Tak hanya itu, sebanyak 71% responden Indonesia juga percaya bank seharusnya tidak lagi memberikan pembiayaan kepada perusahaan atau proyek yang menghasilkan emisi gas rumah kaca tinggi dan memperburuk perubahan iklim.
Temuan lain menunjukkan tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap isu lingkungan tergolong sangat tinggi.
Sebanyak 96% responden Indonesia mengaku cukup hingga sangat peduli terhadap perubahan iklim. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibanding Malaysia yang mencapai 85% dan Singapura sebesar 81%.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4901226/original/098767700_1721901030-DF0A6771.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6451895/original/068053700_1779316601-perkuat-ekspor-pemerintah-guyur-lpei-rp-1-triliun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6387768/original/064593600_1779263008-IMG_4415.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6224946/original/089033600_1779101760-kur_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6430134/original/028574200_1779298469-bi-catat-pelemahan-rupah-telah-mencapai-10-persen-rev1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)