Jakarta – Raksasa perbankan Standard Chartered menjadi perusahaan besar terbaru yang mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Mengutip BBC, ditulis Selasa (19/5/2026), perusahaan yang berkantor pusat di Inggris ini mengatakan akan memangkas lebih dari 15% atau sekitar 7.800 posisi di bagian administrasi internal atau back office pada 2030.
BACA JUGA:Multistrada Arah Sarana Cabut Status PHK 103 Pekerja
BACA JUGA:Data KSPI: Ratusan Buruh Kena PHK di Mei 2026
BACA JUGA:Perusahaan Kripto Dune Pangkas Seperempat Karyawan
BACA JUGA:Pertamina PHK Awak Mobil Tangki BBM di Jambi, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Standard Chartered juga memindahkan beberapa pekerja yang terkena dampak ke posisi lain di perusahaan.
Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir karena semakin banyak memakai alat AI untuk tugas-tugas yang saat ini dilakukan oleh manusia.
Perusahaan tidak memberikan rincian tentang di mana posisi yang akan dipangkas.Perusahaan memiliki operasi administrasi internal utama di India, China, Malaysia dan Polandia.
Kami meningkatkan penggunaan praktis otomatisasi, analisis canggih dan kecerdasan buatan untuk menyederhanakan proses, meningkatkan pengambilan keputusan, dan meningkatkan layanan klien serta efisiensi internal,” ujar perusahaan dalam sebuah pernyataan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi global terbaru CEO Bill Winters untuk bank yang fokus pada Asia dan Afrika ini.
Standard Chartered bukanlah perusahaan jasa keuangan pertama yang mengurangi jumlah karyawan karena AI mengambil alih lebih banyak pekerjaan yang saat ini dilakukan oleh manusia.
Pada Februari, bank terbesar di Singapura, DBS menyatakan akan memangkas sekitar 4.000 posisi kontrak dan sementara selama tiga tahun ke depan.
Kehilangan pekerjaan besar-besaran terkait AI akan sangat memukul pekerja dan lulusan industri teknologi. Beberapa perusahaan teknologi besar, yang sebagian besar menghabiskan sejumlah besar uang untuk membangun alat dan infrastruktur untuk teknologi AI, telah melakukan PHK besar-besaran tahun ini.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5756243/original/011428400_1778658384-dpr-segera-tunjuk-pengganti-budi-mulya-di-bank-sentral.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6451895/original/068053700_1779316601-perkuat-ekspor-pemerintah-guyur-lpei-rp-1-triliun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6387768/original/064593600_1779263008-IMG_4415.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6224946/original/089033600_1779101760-kur_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6430134/original/028574200_1779298469-bi-catat-pelemahan-rupah-telah-mencapai-10-persen-rev1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)