Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Penguatan mata uang Garuda didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia setelah muncul optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz, serta data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi.
Pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, rupiah menguat 22 poin atau 0,12% menjadi 17.911 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 17.933 per dolar AS.
BACA JUGA:BPS Umumkan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tumbuh 5,29%, Begini Reaksi Pasar
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.933 per Dolar AS, Ekonomi Indonesia jadi Penopang
BACA JUGA:Rupiah Menguat Tinggalkan 18.000, Intip Prediksi Hari Ini
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terjadi seiring turunnya harga minyak mentah dunia. Penurunan harga minyak dipicu meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, akan segera kembali dibuka.
Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia akibat meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Sejak Senin harga minyak WTI (West Texas Intermediate) yang minggu lalu ditutup di level 86 dolar AS per barel, sekarang sudah berada di 74,60 dolar AS per barel, ucap Lukman dikutip dari Antara.Â
Penurunan harga minyak dinilai menjadi sentimen positif bagi rupiah karena dapat mengurangi tekanan terhadap kebutuhan impor energi Indonesia sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi domestik.


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316751/original/070740100_1785987068-BRI_Consumer_Expo_PIK_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)