Jakarta – Pasar kripto menutup pekan dengan catatan positif. Harga sejumlah kripto melonjak seperti bitcoin seiring langkah lembaga federal yang terus berinovasi melalui regulasi setelah rancangan undang-undang (RUU) atau Clarity Act menemui hambatan di Senat Amerika Serikat (AS).
Mengutip the block, Minggu, (20/9/2026), harga bitcoin kembali menembus level US$ 80.000 atau Rp 1,42 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.810) pada Jumat pagi, 18 September 2026. Kripto kapitalisasi pasar terbesar itu sebelumnya sempat bergerak mendatar di kisaran US$ 75.000-US$ 78.000 dalam beberapa pekan terakhir.
BACA JUGA:S&P Global Beli OpenZeppelin, Perusahaan di Balik Keamanan Aset Kripto
BACA JUGA:Hacker Korea Utara Bobol 7.000 Dompet Kripto, Modusnya Lowongan Kerja Palsu
BACA JUGA:The Fed Naikkan Suku Bunga, Begini Dampaknya ke Harga Bitcoin
Pada Minggu pagi, 20 September 2026 pukul 09.43 WIB, harga bitcoin turun 0,76% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin menguat 4,43%. Kini, harga bitcoin mencapai US$ 80.646 atau Rp 1,43 miliar.
Sebelumnya pada Jumat pekan ini, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) telah mengajukan rancangan aturan terkait aset kripto kepada Gedung Putih untuk ditinjau. Hal ini terjadi sehari setelah Securities and Exchange Commission (SEC) merilis aturan pengecualian inovasi yang telah lama dinanti. Hal ini bertujuan membawa pasar modal Amerika ke era digital dengan mengizinkan perdagangan on-chain untuk saham yang ditokenisasi.
Sementara itu, sebuah komite di DPR AS awal pekan ini memberikan suara untuk melanjutkan pembahasan American Reserve Modernization Act, sebuah rancangan undang-undang yang akan menginstruksikan Departemen Keuangan untuk mengelola fasilitas penyimpanan Bitcoin yang aman.
Industri ini tidak membutuhkan Kongres, ujar Pendiri sekaligus Mitra Pengelola Pantera Capital, Dan Morehead kepada CNBC.
SEC dan CFTC sedang menerapkan semua hal yang sebenarnya sudah tercakup dalam RUU Clarity,” ia menambahkan.
Morehead mengatakan, pelaku pasar tetap optimistis (bullish) terhadap Bitcoin karena Federal Reserve AS masih jauh tertinggal dalam menangani inflasi, suku bunga seharusnya jauh lebih tinggi daripada saat ini.
/2024/03/07/722970375.jpg)
/2025/03/12/2032046700.jpg)
/2024/10/07/2128045384.jpg)
/2025/09/10/1837880373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027997/original/005972200_1732861152-fotor-ai-20241129131623.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)