Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyiapkan kanal aduan di lingkup Kementerian Keuangan. Masyarakat dipastikan masih bisa melaporkan dugaan pelanggaran di lingkungan Kemenkeu untuk ditindaklanjuti.
Diketahui, sebelumnya Mantan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa membuat kanal aduan bertajuk \’Lapor Pak Purbaya\’. Kanal itu dinilai efektif dalam menjaring aduan dari masyarakat. Suahasil memastikan proses laporan masih bisa berjalan.
BACA JUGA:Cek Fakta: Hoaks Video Menkeu Suahasil Umumkan Program Dana Hibah
BACA JUGA:Suahasil Nazara Tegaskan Jaga Batas Defisit APBN 3%
BACA JUGA:Suahasil Tak Mau Sembarangan Potong Anggaran Kementerian
Masih bisa lapor gak Pak ke kementerian keuangan? Bisa. Berbagai macam channel laporan terbuka, laporan pajak terbuka, laporan kepabeanan dan cukai terbuka. Biasanya dua ini yang seru ya, kata Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).
Dia memastikan setiap kanal aduan tetap bisa diakses oleh masyarakat. Bahkan, Suahasil berencana untuk membuat satu kanal sebagai sarana melaporkan berbagai aspek di Kemenkeu dan bakal ditindaklanjuti.
Laporan Kementerian Keuangan secara umum juga terbuka. Nanti karena saya tahu ini jadi concern, kalau perlu kita buatkan daftar channel untuk melaporkan segala sesuatu, dan kita akan kerjakan itu secara institusional, ujar dia.
Suahasil akan meminta Inspektur Jenderal Kemenkeu, Awan Nurmawan Nuh untuk menindaklanjuti laporan yang masuk terkait internal Kemenkeu. Dia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kanal aduan tersebut.
Saya punya Inspektur Jenderal yang saya minta untuk melihat secara keseluruhan. Kalau ada laporan itu artinya apa? Dan kemudian nanti tentu kita tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, ujar dia.
Channel laporan di setiap unit eselon I dan di Kementerian Keuangan secara keseluruhan, kita tetap buka, dan kita undang untuk melaporkan lewat jalur-jalur tersebut, Suahasil menambahkan.
/2026/05/21/1633191104.jpg)
/2026/02/12/1519123083.jpg)
/2026/05/25/465368173.jpg)
/2024/06/06/1661469723.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352092/original/050419400_1789726786-BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345975/original/035411100_1789101861-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_6.11.45_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494434/original/017122500_1770289311-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung-5_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352153/original/096135700_1610959711-20210118-Emas-Antam-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192691/original/020094000_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305546/original/010853000_1784797139-Meet_the_New_BitMEX_App_1200x675_en.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344766/original/032034000_1789000970-ChatGPT_Image_Sep_10__2026__07_42_04_AM.jpg)