Jakarta – Harga emas naik lebih dari 2% pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta). Lonjakan harga emas ini didorong pelemahan kurs dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak yang menurun.
Harga minyak masih berada di jalur penurunan bulanan kedua berturut-turut karena kekhawatiran inflasi di tengah perang Iran yang sedang berlangsung mengaburkan prospek penurunan suku bunga.
BACA JUGA:Bank Sentral Aktif Borong Emas, Permintaan Global Tembus Rekor
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat 1 Mei 2026: Antam Melonjak, Pegadaian Bervariasi
Dikutip dari Antara, Jumat (1/5/2026), harga emas naik 2,2% menjadi USD 4.639,26 per ons, setelah jatuh ke level terendah dalam satu bulan pada hari Rabu. Sedangkan harga emas AS untuk pengiriman bulan Juni naik 2% menjadi USD 4.652,30.
Sedikit meredanya kenaikan harga energi dan melemahnya dolar AS setelah pejabat Jepang mengisyaratkan kemungkinan intervensi mata uang menguntungkan pasar emas hari ini.
Dolar AS jatuh tajam setelah para pejabat Jepang mengirimkan sinyal tegas tentang kemungkinan intervensi untuk mendukung yen. Dolar yang lebih lemah membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Harga minyak global sedikit turun setelah mencapai level tertinggi dalam empat tahun sebelumnya di sesi perdagangan. Lonjakan harga energi telah memicu kekhawatiran inflasi, yang membebani rencana penurunan suku bunga bank sentral.
Harga emas di pasar spot turun 0,7% sepanjang bulan April. Meskipun menjadi lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas, sehingga aset yang menghasilkan bunga menjadi relatif lebih menarik.



/2024/06/12/2123675605.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571098/original/071261400_1777603175-96a28de4-3f2c-4fb5-8afe-8e57ce6a425f.jpeg)
/2023/02/23/301490227.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567344/original/027102800_1777276444-WhatsApp_Image_2026-04-27_at_14.16.33.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762787/original/061059400_1709635135-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569336/original/055015700_1777438671-2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570481/original/055024800_1777527657-IMG_4124.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3058580/original/084519300_1582520724-c10cd121f6fe3f1e5d45bce671a02f480d0b4c2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)