Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengungkap praktik trade misinvoicing dalam perdagangan ekspor-impor telah menyebabkan berkurangnya devisa negara. Praktik ini juga memicu aliran modal ke luar negeri yang tidak tercatat secara resmi.
Menurut Gibran, selisih pembayaran dalam transaksi ekspor dan impor kerap tidak dilaporkan dan justru tertahan di luar negeri. Kondisi ini membuat devisa hasil ekspor yang masuk ke Indonesia menjadi lebih kecil dari seharusnya.
BACA JUGA:Survei Poltracking: Tingkat Kepuasan Publik Kinerja Prabowo-Gibran 74,9 Persen
BACA JUGA:Apa Itu Trade Misinvoicing? Taktik Manipulasi Perdagangan yang Disentil Wapres Gibran
“Larinya modal keluar negeri dan berkurangnya devisa negara. Selisih pembayaran ekspor-impor yang tidak dilaporkan sering ditinggalkan di luar negeri. Akibatnya devisa hasil ekspor yang masuk ke Indonesia lebih kecil dari seharusnya,” kata Gibran dalam akun YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia (@Setwapres), dikutip Minggu (12/4/2026).
Salah satu contoh yang disoroti adalah selisih nilai ekspor bijih nikel (ore) ke China yang mencapai Rp14,5 triliun pada periode Januari 2020 hingga Juni 2022. Data tersebut merujuk pada catatan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2023.

/2026/02/14/83493240.jpg)
/2026/02/14/692664697.jpg)
/2018/09/27/32774489.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553620/original/064391400_1775988359-aad99c3e-1b9c-4eec-8379-e1ef4c6edbe9.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553883/original/019042400_1776051948-Presiden_Prabowo_Subianto_didampingi_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Bahlil_Lahadalia__melakukan_kunjungan_kerja_ke_Moskow__Rusia.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553818/original/069763800_1776049556-41c3df45-c693-4f8c-a5eb-f625750ba2ed.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554029/original/003537200_1776057719-1000288568.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432559/original/083097100_1764815035-1000168282.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552229/original/005251900_1775804124-Depositphotos_652714122_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429615/original/043694300_1764616953-Screenshot_2025-11-28_021816.png)