Jakarta – Ketua Umum (Chairman) The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Akbar Djohan menyoroti tantangan optimalisasi utilisasi industri baja yang masih berada di angka 52,7% serta ancaman praktik dumping impor yang mendistorsi persaingan sehat di pasar.
Itu sebabnya, Akbar yang baru terpilih menjadi Chairman IISIA memastikan akan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mengoptimalkan perlindungan pasar melalui penerapan SNI wajib secara konsisten dan tegas.
BACA JUGA:Untung, Krakatau Steel Kantongi Rp 5,6 Triliun di 2025
BACA JUGA:Krakatau Steel Bidik Pendapatan Konsolidasi Rp 26,9 Triliun
Industri baja adalah tulang punggung pembangunan nasional. Melalui penguatan hilirisasi dan produk bernilai tambah tinggi, kita tidak hanya akan berjaya di negeri sendiri, tetapi juga menjadi pemain yang disegani di pasar internasional, jelas dia.
Dia mengatakan, akan terus memelopori integrasi industri baja dari hulu ke hilir, memastikan pasokan baja untuk kebutuhan infrastruktur dan manufaktur nasional tetap terjaga secara mandiri dan kompetitif sehingga sejalan dengan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang dalam Asta Cita.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ini turut menekankan dua mesin penggerak utama yakni optimalisasi aset dan transformasi teknologi. Langkah ini bertujuan menutup celah defisit produk antara (intermediate) dan hilir guna menekan ketergantungan impor bahan baku serta memperkuat struktur biaya industri nasional.
“Transformasi digital dalam proses produksi dan penguatan rantai pasok domestik adalah kunci agar industri baja kita efisien dan memiliki daya tawar tinggi di pasar ekspor,” tegas Akbar.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang yang turut menghadiri pengukuhan Chairman IISIA menegaskan asosiasi ini merupakan mitra strategis krusal sekaligus motor penggerak dalam memperkuat struktur industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Menperin mencatat prestasi gemilang subsektor industri logam dasar yang tumbuh pesat 15,71% pada tahun 2025, menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 produsen baja dunia dengan total produksi mencapai 19 juta ton.

/2026/02/14/83493240.jpg)
/2026/02/14/692664697.jpg)
/2018/09/27/32774489.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553883/original/019042400_1776051948-Presiden_Prabowo_Subianto_didampingi_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Bahlil_Lahadalia__melakukan_kunjungan_kerja_ke_Moskow__Rusia.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553818/original/069763800_1776049556-41c3df45-c693-4f8c-a5eb-f625750ba2ed.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554029/original/003537200_1776057719-1000288568.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432559/original/083097100_1764815035-1000168282.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552229/original/005251900_1775804124-Depositphotos_652714122_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429615/original/043694300_1764616953-Screenshot_2025-11-28_021816.png)