Jakarta – CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pemerintah berencana membentuk badan otoritas khusus serta Satuan Tugas (Satgas) guna merealisasikan Indonesia Financial Center (IFC) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan yang akan dikembangkan di Bali.
Pak Menko tadi menyampaikan untuk segera mengkaji untuk pembentukan di bawah Pak Menko, untuk pembentukkan Indonesia Financial Center ini, dan akan dibentuk suatu badan otoritas tersendiri dan satgas untuk pembentukkan dari IFC ini, kata Rosan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
BACA JUGA:KEK Industri Halal Sidoarjo Jadi Incaran Investor Global
BACA JUGA:KEK Industropolis Batang Serap Investasi Rp 4,87 Triliun Sepanjang 2025
BACA JUGA:Menko Airlangga: KEK Bisa Turunkan Angka Pengangguran, Contohnya di Kabupaten Batang
BACA JUGA:Pemerintah Tambah 6 KEK Baru di 2026, Potensi Investasi Tembus Rp 300 Triliun
Sebelumnya, Pemerintah tengah mematangkan persiapan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor keuangan guna menarik investasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri jasa keuangan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan, pengembangan KEK tersebut masih dalam tahap proses dan dilakukan bersama mitra internasional.
Sedang dalam proses bersama International Financial Center, ujar Airlangga kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 27 April 2026.
Ia menjelaskan, KEK keuangan diharapkan mampu menjadi magnet investasi baru, sejalan dengan peran KEK selama ini sebagai instrumen pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi lintas sektor.
Namun demikian, Airlangga belum mengungkapkan secara rinci target waktu peluncuran kawasan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa realisasinya tidak akan berlangsung lama.
Dalam waktu tidak terlalu lama, ujarnya singkat.
Terkait pemberian insentif, pemerintah saat ini masih menyusun skemanya. Airlangga menambahkan, insentif untuk KEK sektor keuangan akan dirancang dengan karakter yang berbeda dibandingkan KEK pada umumnya.



/2025/12/02/1778127410.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4604009/original/088733100_1696838759-WhatsApp_Image_2023-10-09_at_13.31.08__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5041840/original/074196800_1733742452-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5163573/original/060391100_1742020123-WhatsApp_Image_2025-03-15_at_11.26.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595489/original/008615000_1696237539-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_4.jpg)